KNPB MENGUTUK KERAS TINDAKAN BRUTAL TNI/POLRI MENEMBAK MATI 4 ORANG WARA SIPIL DI SERUI PAPUA

KNPB Mengutuk Keras Tindakan Brutal TNI/Polri Menembak Mati 4 warga Sipil Di Serui

KNPB mengutuk keras brutalisme militer kolonial Indonesia. Rakyat West Papua, Indonesia dan dunia pun tidak akan menerima perbuatan biadab militer kolonial Indonesia yang terus membunuh rakyat Papua. Euforia rakyat melalui pengibaran bendera secara damai dan bermartabat itu, sekalipun sebelumnya KNPB telah melarang, adalah bentuk ekspresi politik dalam menuntut hak penentuan nasib sendiri yang harus dihormati bahkan dilindungi oleh negara kolonial. Kejahatan kemanusiaan ini harus dilawan.Atau, masihkah atas nama NKRI, kita membenarkan perbuatan ini?Pengibaran bendera Bintang kejora setiap 1 desember adalah bentuk Expresi rakyat Papua, sesuai dengan konvenasn Internasional tentang hak sipil dan Hak politik yang dirativikasi oleh indonesia sebagai salah satu Negara anggota PBB.Pengibaran Bendera BK merupakan simbol perjuagan Damai rakyat Papua untuk menuntut hak penentuan Nasib Sendiribagi Rakyat Papua Barat. Pengibaran bendera sebagai sibol daerah sudah diajamin oleh udang-undang tahun 2001 tentang otonomi khusus .Kenapa orang papua Ditembak mati hanya karena mengibarkan Bendera BK Bentuk expresi mereka secara damai dan bermartabat di muka umum sesuai dengan pasal 28 undang-undang No 9 tahun 1998, hak setiap orang untuk menjampaikan pendapat dalam bentuk apa saja.Apa lagi mereka mengibaran bendera BK Di halaman mereka di rumah mereka dan di kampung mereka dan tidak mengganggu atifitas umum pada tanggal 1 desember 2015 di Kampung Wanapompi, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen.Menurut keterangan Hendrik Kuswarnetan, warga setempat kepada wartawan Republika.co.id, Fitriyan Zamzami, peristiwa bermula pada Senin (30/11) malam. Saat itu, seorang bernama Herik menyampaikan izin mengibarkan bendera Bintang Kejora sebagai bentuk syukuran atas proklamasi kemerdekaan Papua Barat yang jatuh pada 1 Desember.Hendrik tak mengetahui apakah izin tersebut diberikan atau tidak oleh Polres setempat. Kendati demikian, pada Selasa (1/12) pukul 06.00 WIT, pengibaran bendera Bintang Kejora dilakukan di depan rumah Herik di Kampung Wanapompi.Setelah pengibaran, peserta upacara bubar dan beristirahat. Namun pada pukul 07.30 WIT, datang pasukan gabungan yang terdiri dari Dalmas Polres Kepulauan Yapen dan Ranger TNI AD ke lokasi pengibaran.Pasukan tersebut datang menggunakan mobil Avanza dan kemudian berhenti sekitar 15 meter di depan rumah Herik. Bendera yang dikibarkan berada tepat di antara pasukan dan kediaman Herik.Petugas kemudian meminta Herik ke luar rumah untuk berkoordinasi. Herik yang tak punya firasat apa-apa kemudian keluar rumah dan berjalan menuju pasukan dikawal sejumlah orang. Di antaranya, Yonas Manitori, Darius Andraibi, dan Yulianus Robaha. “Mereka semua tangan kosong,” kata Hendrik.Kendati demikian, ketika sudah hampir mencapai pasukan TNI/Polri, senjata menyalak. Yonas Manitori yang merupakanadik Herik serta Darius Andraibi tewas di tempat. Sedangkan Herik Manitori dan Yulianus Robaha tertembak di kaki.Selain empat orang tersebut, menurut Hendrik, sejumlah warga lainnya juga tertembak. “Ada yang di kaki, di perut, di leher,” katanya. Pasukan TNI/Polri kemudian terus menembaki wilayah kampung. Warga kampung terpaksa berlarian dan bersembunyi di hutan tak jauh dari kampung menyusul tembakan-tembakan tersebut.Selepas penembakan, Herik dan Yulianus dibawa petugas kepolisian. Setelah itu, kabar yang didengar Hendrik, keduanya juga tewas. Herik Manitori dalam sejumlah kesempatan disebut pihak kepolisian sebagai panglima TNPB Wilayah Timur.Sedangkan tokoh masyarakat kampung terdekat, Eliakim Karubawa mengungkapkan nama-nama warga yang tertembaksebagian sudah didata. Di antaranya Paulinus Warowai, Zakarias Turunat, Yance Manitori, Agus Manitori, Pilemon Ayomi, Alius Karimati, Daud Ayomi, dan Anton Runaweri.Keburutalan Aparat kepolisian dan TNI menembak mati 4 warga sipil di Serui merupakan tidakan biadap yang tidak berpri kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan atas Nama NKRI.Jika pengibaran bendera tersebut salah dan melawan hukum kenapa, tidak ditangkap dalam keadaan hidup dan adili mereka secara hukum kolonial yang berlaku di rebuplik ini ?Baca kronologisnya:http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/12/02/nyqf0d361-tnipolri-tembak-mati-empat-warga-di-papuaFoto Ilustrasi Pembunuhan Rakyat di Puncak Jaya

Posted from WordPress for Android

Comments are closed.

%d bloggers like this: