Seperti Ini yang Menciptakan SItuasi tidak aman dan Gampang terjadi Konflik dan Pelanggaran HAM di Tanah

Seperti Ini yang Menciptakan SItuasi tidak aman dan Gampang terjadi Konflik dan Pelanggaran HAM di TanahPapua.===========================Jaga Perbatasan, RatusanPrajurit TNI Diberangkatkan ke PapuaSEMARANG,suaramerdeka.com– Ratusan Prajurit dari Kesatuan Yonif 406 Purbalingga Kodam IV/Diponegoro dan Yonif 411 Raider Salatiga, serta Brigif 6 Kostrad diberangkatkan ke Papua untuk melaksanakan tugas negara sebagai Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan RI-PNG dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (12/9).Pelepasan prajurit Satgas Pamtas RI-PNG tersebut dilakukan oleh Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.Ratusan prajurit tersebut diangkut oleh dua kapal KRI Teluk Ratai dan KRI Cendrawasih yang merapat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Suasana haru dan tangis pun mewarnai dari keluarga dan kerabat, saat mengantarkan para prajurit untuk pergi melaksanakan tugas di pelabuhan tersebut.Sebelum diberangkatkan,dilakukan upacara keberangkatan yang dipimpin oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi. Mayjen TNI Jaswandi mengatakan, pengiriman pasukan ke perbatasan RI-PNG sudah rutin dilakukan, merupakan program dari Pusat yakni penggantian pasukansecara rotasi bagi para prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan untuk menjaga kedaulatan NKRI. Total personel yang diberangkatkan sebanyak 950 prajurit.“Mereka akan bertugas disana selama sembilan bulan kedepan, untuk melaksanakan tugas perbatasan antara wilayah Indonesia dan Papua. Di tempat tugas mereka antara lain menjaga lintas batas antara dua negara Indonesia dan PNG, selain itu kita juga menjaga dari berbagai kemungkinan lainnya misalnya jika ada ilegal logging serta bertanggungjawabuntuk keamanan masyarakat,”tegas Pangdam.Sedangkan untuk mengantisipasi penyakit endemi malaria di Papua, pihaknya telah membekali para prajurit untuk hidup sehat, baik dari segi makanan, kegiatannya sehari-hari dan membina fisik, dan obat-obatannya sehingga mereka bisa melaksanakan tugasnya.Selain itu, para prajurit juga dibekali dengan budaya masyarakat setempat tantang kondisi sosial masyarakat di sana sehingga bisa melaksanakan tugas secara optimal. Dan diharapkan, para prajurit juga melaksanakan tugas dengan tanggungjawab dan menjaga nama baik kesatuan. Mereka menggantikan pasukan yang bertugas sebelumnya yakni Yonif 400 Raider dan Yonif 323 Raider yang telah bertugas selama sembilanbulan.http://berita.suaramerdeka.com/jaga-perbatasan-ratusan-prajurit-tni-diberangkatkan-ke-papua/================================Itcreatesa situation like that is not safe and Easy occur Conflict and HumanRights Abuses in Papua.===========================Border guard, hundreds of Army personnel deployed to PapuaSemarang,suaramerdeka.com- Hundreds of Soldiers from Battalion 406 Purbalingga Regional Military Unit IV / Diponegoro and 411 Raider Battalion Salatiga, and Brigif 6 KOSTRAD dispatched to Papua to carry out state duties as theTask Force (Task Force) RI-PNG Border Security of the Port of Tanjung Emas Semarang Saturday (12/9).The release of the soldier Task Force Pamtas RI-PNG was conducted by the Regional Military Commander IV / Diponegoro Maj Jaswandi and Central Java Governor Ganjar Pranowo.Hundreds of soldiers were transported by two ships Ratai and KRI KRI Teluk Cendrawasih that docked at the Port of Tanjung Emas Semarang. The atmosphere of emotion and tears even coloring of the family and relatives, while delivering soldiers to go carry out duties in the port.Before departure,carried departure ceremony led by Regional Commander IV / Diponegoro Major General Jaswandi. Major General Jaswandi said sending troops to the border between Indonesia and PNG are routinely performed, a programof the Center for the replacement of troop rotation for the soldiers who served in the border region to maintain the sovereignty of the Republic of Indonesia. Total personnel were dispatched as many as 950 soldiers.”They will be on duty there for nine months, to carry out the task of the border between Indonesia and Papua region. In place of their duties include keeping the border between the two countries Indonesia and PNG, besides that we also keep various other possibilities for example if there isillegal logging and is responsible for public safety, “said Regional Commander.Meanwhile, in anticipation of malaria endemic disease in Papua, it has to equip soldiers for a healthy life,both in terms of food, daily activities and physical build, and medicines so that they can carry out theirduties.In addition, the soldiers are also equipped with local culture to challenge the social condition of the people there so that it can carry out the tasks optimally. And expected, the soldiers also carry out tasks with responsibility and maintain the good name of unity. They replace the troops who served before the Battalion 400 and Infantry Battalion 323 Raider Raider who has served for ninebulan.http: //berita.suaramerdeka.com/jaga-perbatasan-ratusan-prajurit-tni-diberangkatkan-ke-papua/

Comments are closed.

%d bloggers like this: