NARASI PENUH DARAH & DERITA Orang Papua

PAPUA :: Narasi Penuh Darah Dan Derita ..•Bulan Agustus 1945 Jepang berjanji akan memberika kemerdekaan kepada Indonesia setelah harapan mereka untuk memenangkan perang musnah. Lewat Gunseikanbu,Jepang menyampaikan bahwa wilayah yang masuk ke dalam teritori Indonesiakelak adalah to Indo atau wilayah yang diduduki oleh tentara Dai Nippon selama perangberlangsung.Papua tidak termasuk bagian dari wilayah toIndo karena tahun 1944 telah direbut kembali oleh tentara Sekutu pimpinan Amerika Serikat. Disinilah akar masalah mulai muncul, para founding fathers negeri ini memiliki pendapat berbeda tentang konsep to Indo. Bila mengacu pada to Indo, opini mengenai penyatuan Papua ke teritoriIndonesia hanyalah sebuah angan-angan kosong.Soekarno dan Moh. Yamin adalah kelompok yang sangat berkeinginan agar Papua masuk ke dalam teritori Indonesia. Dua orang ini berpendapat bahwa Papua merupakan korban penindasan kolonial bangsa Barat, sama sepertiIndonesia. Hatta mengkritik keras pendapat itu. Hatta menganalisis Papua begitu mendalam, dari sudut historis, ras, budaya, dan geografis. Politikus santun ini menilai bahwa Papua amat berbeda dengan Indonesia, rakyat Papuaadalah ras Melanesia bukan Melayu (sub-rasMongoloid), terlebih di Papua sendiri tidak pernah terjadi perlawanan menghadapi para kolonialis asing. Hatta cukup menyimpulkan : Bangsa Indonesia sudah mulai menganjurkanpolitik imperialisme, “Mau ini, mau itu”. Meskipun demikian, Sukarno tetap padapendiriannya bahwa Papua harus berada dalam genggaman republik. Benturanpolitis antara Soekarno dengan Hatta mengenai masalah Papua dapat kita sebut sebagai embrio menuju Dwitanggal. Soekarno melihat Papua melalui ‘kacamata’geopolitik, lain dengan Hatta yang menggunakan ‘kacamata’kemanusiaan. Cukup ironis memang, di Jawa para tokohnasional Indonesia sibuk membahas masalah penyatuan Papua, tapi rakyat Papua sendiri tidak mengetahui bahwa nasib mereka sedang dibahas oleh bangsa yang tak mereka kenal. Slogan dari Sabang sampai Merauke yang dikumandangkan Jakarta seakan menjadi ‘terompet maut’bagi rakyat Papua dikemudian hari.Setelah Indonesia merdeka, masalah Papua tetap berada dalam suatu big plan pemerintah republik. Berakhirnya agresi militer Belanda I dan II telah membukajalan diplomasipolitik antara Indonesia dan Belanda. Pada tahun 1949 pemerintah Belanda mengakui kedaulatan republik Indonesia. Melalui kesepakatan Konferensi MejaBundar,masalah Papua akan dibahas kembali setahun pasca pemerintah Belanda memeberikan pengakuan kedaulatankepada Indonesia. Pertemuan pertama untuk membahas perkara Papua dilakukan pada April (di Indonesia) dan yang selanjutnya Desember (di Belanda) tahun 1950. Kedua pertemuan ini tak menghasilkan kesepakatan lebih lanjut.Tahun 1951 Belanda mengusulkan akar masalah Papua diajukan ke jalur Mahkamah Internasional, meski usul tersebut ditolak oleh para delegasi Indonesia. Pada pertengahan tahun 1954, Indonesia menyiapkan rancangan resolusi dalam usahanya menyelesaikan masalah Papua ke dalam sidang IX Majelis Umum PBB. Dengan penuhrasa optimis, Indonesia menduga mereka akanmemenangkan sengketa ini karena menperoleh dukungan dari sejumlah negara dikawasan Asia dan Afrika. Usul Indonesia kemudian lolos di agenda Majelis Umum PBB, saat mendapat dukungan langsung dari Uni Sovyet dan Kuba.Saat sidang berlangsung 10 Desember1954, muncul problem bagi Indonesia ketika negara Barat masih memihak posisi Belanda, terlebih Amerika Serikat abstain dalam pemungutan suara. Indonesia gagal mendapat dukungan 2/3 anggota PBB, sehingga masalah Papua akan diabaikanpada sidang-sidang berikutnya.Presiden Soekarno sangat marah atas aksi abstain Amerika Serikat. Kini perlahan Soekarno mulai berpaling ke Uni Soviet, apalagi situasi politik dalam negeri juga berjalan relevan dengan berhasilnya PKI (Partai Komunis Indonesia)masuk posisi lima besar Pemilu 1955. Untuk membuka hubungan yang lebih erat, Sukarno mengundang Presiden Uni Soviet ke Jakarta tahun 1957, disusul Perdana MenteriKruschev awal tahun 1960. Hubungan Jakarta-Moskow semakin mesra, terutama saat Indonesia mendapatkan pinjaman 450 juta Dollar dalam bentuk persenjataan. Berkat bantuan tersebut, Indonesia menjadi salah satunegara dengan kekuatan angkatan bersenjata terbesar di belahan Selatan. Keadaan ini tentu membuat cemas negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat yang merupakan rival Uni Soviet dalam percaturan politik dunia. Dalam buku BUNG KARNO PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT,Presiden Soekarno memberikan pandangannya :“Dilihat dari segi etik dan kebudayaannya rakyat Irian tidak termasuk bangsa Indonesia, kata Belanda memberi alasan. Jadi tidak ada alasan bagi Belanda untuk menyerahkan wilayah Irian Barat kepada Republik Indonesia. Lalu kamibertanya, “Mengapa tidak ? Apakah mereka lebih mirip dengan orang Belanda yang berpipi merah, berambut jagung dan dengan muka berbintik – bintik itu ?”.Irian Barat tidakbanyak faedahnya bagi Belanda. Penduduknya berpindah tempat setiap tahun karena tanahnya kurang subur.Keuntungan yang diperoleh dari minyak bumi tidak seimbang dengan ongkos – ongkos untuk mengusahakannya. Lalukenapa Belanda masih menginginkannya? Agar tetap bercokol di Asia dan meninggalkan kesan akan kebesarannya pada masa yang silam. Dasarnya adalah psikologis semata. Di samping itu orang Belanda kepalabatu”.Perjuangan dalam usaha membebaskan Papua mencapai puncaknya saat Presiden Soekarno mencanangkan Trikora (Tri Komando Rakyat) di Yogyakarta, 19 Desember 1961.Pencanangan Trikora dipicu oleh rencana Belanda untuk mendirikan negara Papua dalam kerangka proses dekolonisasi yang mereka jalankan. Melalui Keputusan Presiden No. 1/1962, tertanggal 2 Januari 1962, Presiden Soekarno membentuk Komando Mandala untuk segera membebaskan Papua dari tangan Belanda. Operasi inidikomandoi oleh Mayor Jenderal Soeharto,denganmengemban tugas :1. Merencanakan strategi (persiapan) dan penyelengaraanoperasi militer untuk mengembalikan Papua ke pangkuan ibupertiwi.2. Menciptakan situasi militer di wilayah Papua, yang kemudian ditempatkan unsur – unsur pemerintah Republik Indonesia.Soekarno mengirim kekuatan militernya secara besar-besaran ke Papua, PGT (Pasukan Gerak Tjepat), RPKAD(Resimen Para Komando Angkatan Darat), serta unsur kekuatan lainnya, semuanya diterjunkan olehnya. Semakin memanasnya situasi di Papua memaksa Presiden AmerikaSerikat John F. Kennedy mengirim adiknya Robert F.Kennedy untuk melakukan diplomasi damai ke Indonesia dan Belanda. Elsworth Bunker seorang utusan tetap AmerikaSerikat di PBB kemudian mengajukan sejumlah usulan penting kepada Sekretaris Jenderal PBB U Thant (asalBurma). Usulan Elsworth Bunker ini berisi :1. Pemerintahan atas Papua (Barat) harus diserahkankepada Republik Indonesia.2. Rakyat Papua (Barat) akan diberikan kesempatanmenentukan nasibnya sendiri, sesudah sekian tahundibawah pemerintahan Republik Indonesia, apakah merekaingin bergabung atau memisahkan diri.3. Akan diberikan waktu selama dua tahun dalampelaksanaan penyerahan Pemerintahan Papua (Barat).4. Demi menghindari kekuasaan Indonesia langsungberhadapan dengan Belanda, maka PPB akan menjalankanpemerintahan peralihanAkibat hal ini, pemerintah Belanda (atas desakan AmerikaSerikat) akhirnya bersedia menerima proposal ElsworthBunker. Sesuai dengan usul persetujuan, maka penyerahanPapua (Barat) dilakukan pada 1 Oktober 1962, lewat suatumasa peralihan selama sembilan bulan dibawah UNTEA(United Nations Temporary Executire Authority), sebuahbadan PBB yang dibentuk khusus untuk menyelesaikanmasalah ini. Setelah masa peralihan berakhir, pada 1 Mei1963, Papua (Barat) akan diserahkan kepada Indonesia.Indonesia diberi kewajiban untuk melaksanakan plebisit(penentuan pendapat) rakyat Papua. Plebisit inidilaksanakan oleh pemerintah Indonesia yang nantinyadikenal sebagai Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat)tahun 1969. Kekecewaan Belanda atas lepasnya Papuadiekspresikan dengan pembakaran klub yacht di Hollandia.Berbagai pendapat dari kalangan muncul bahwa Peperahanya sebuah rekayasa politik yang dibuat oleh pemerintahIndonesia. Pepera dilangsungkan dibeberapa wilayah diPapua (Barat), dari Merauke hingga Jayapura. PresidenSoeharto yang saat itu telah berkuasa terbukti denganjelas meng

Comments are closed.

%d bloggers like this: