Inkonsistensi Sikap Aktivis HAM Papua

13704153621206428242Gabungan sejumlah masyarakat Papua dan KontraS membawa foto-foto aktivis saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/5/2013). Dalam aksinya, mereka menuntut dibebaskannya para Tahan Politik (Tapol) dan Narapidana Politik (Napol) aktivis Papua. Foto : Merdeka.com

Zona Damai : Wacana pemberian grasi kepada para narapidana kasus makar di Papua telah membuat situasi politik di tanah Papua menggeliat. Para aktivis hak azasi manusia (HAM) di Papua kembali mendapatkan momentum untuk menyuarakan sikap kritis, sesuatu yang menjadi modal utama perjuangan mereka.

Momentum semakin ‘menguntungkan’ para aktivis ketika pada 25 Mei lalu para napi di LP Abepura mendandatangani pernyataan bersama menolak rencana pemberian grasi oleh Presiden RI itu.

Padahal jauh sebelum grasi itu ditawarkan Pemerintah, tak terhitung aksi-aksi para aktivis HAM yang menyuarakan pembebasan bagi para tahanan dan narapidana kasus makar karena dianggap membelenggu HAM. Tuntutan-tuntutan pembebasan itu dengan mudah bisa kita baca di media-media online.

Diantaranya adalah Wakil Direktur…

View original post 535 more words

Comments are closed.

%d bloggers like this: