Indonesia Termasuk Daftar Negara Gagal

Indonesia Termasuk Daftar Negara Gagal

1. Tak ada jaminan keamanan, terutama dalam beragama dan Para Tapol dan Napol. 2. Pemerintah gagal menyediakan kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, Kesehatan,dll. 3. Korupsi, , Kolusi, Nepotisme, dilakukan oleh lembaga hukum yang seharusnya membasmi kejahatan tersebut. 4. Bentrokan horizontal, dan Vertikal trus terjadi. 5. Hilangnya kepercayaan masyarakat kepada semua lapisan yang ada di negara ini. 6. tutupnya Ruang Demokrasi. 7. Masih ada Pelanggaran Ham. 8. Diskriminasi antar sesama.

Lembaga The Fund for Peace (FFP), melalui laman resminyawww.fundforpeace.org pada Senin (18/6) mengeluarkan daftar 177 negara yang gagal. Indeks Negara Gagal ini adalah edisi delapan tahunan yang menyoroti tekanan politik, ekonomi, dan sosial global yang dialami negara.

Dalam Index Negara Gagal (Failed State Index (FSI) 2012 yang dipublikasikan di Washington DC, Amerika Serikat, Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 177 negara. Dalam kategori tersebut, Indonesia masuk kategori negara-negara yang dalam bahaya (in danger) menuju negara gagal.

Indeks negara gagal Indonesia lebih buruk daripada indeks gagal negeri jiran, Malaysia dengan peringkat #110 dan Singapura dengan peringkat #157. Dua negara Asia, Thailand dengan peringkat #84 dan India peringkat #78 juga jauh lebih baik indeks gagalnya daripada Indonesia.

Pemeringkatan indeks negara gagal didasarkan pada 12 indikator. Namun, The Fund for Peace mencatat, selama lima tahun terakhir indikator penegakan hukum dan HAM, permasalahan kependudukan, dan perlindungan terhadap kelompok minoritas di Indonesia memang memburuk.

Sementara, Finlandia tetap dalam posisi terbaik #1. Disusul negara tetangganya, Swedia #2 dan Denmark #3. Tiga negara ini dinilai baik dari indikator sosial dan ekonomi yang kuat, pelayanan publik yang sangat baik, serta menghormati hak asasi manusia dan supremasi hukum.

Pada tahun 2011, Indonesia menduduki posisi #64. Tahun 2012, Peringkat Indonesia justru turun menjadi posisi #57 di antara 177 negara di dunia.

Republik ini sudah dicap sebagai negara gagal, maka seluruh pilar negara, Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif, harus kembali pada pekerjaannya masing-masing dan kembali pada konstitusi.

Akankah Indonesia akan bernasib seperti Somalia yang punya wilayah, tapi tidak lagi punya pemerintahan? Atau, seperti Uni Sovyet yang pecah menjadi beberapa negara kecil, hal yang diduga pernah diungkapkan oleh mantan Menhan AS (1997-2001), William Sabastian Cohen, tentang skenario Indonesia pecah menjadi beberapa negara?

setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committe), Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis (27/12). Lembaga swadaya internasional, kata Djuyoto, membuat garis kebijakan mendasar pada patron penciptaan tata dunia baru. Peta dunia digambar ulang. Uni Soviet dipecah jadi 15 negara merdeka, kemudian Yugoslavia menjadi enam negara merdeka, demikian juga Cekoslowakia. “Di Irak saat ini sedang terjadi proses pemecahan dari masing-masing suku.jadi KEHANCURAN INDONESIA TINGGAL MENUNGGU WAKTU…!

Sifat-sifat negatif manusia Indonesia antara lain
A.Menurut Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban” adalah sebagai berikut :
1.Hipokritis alias munafik.
2. Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.
3. Berjiwa feodal.
4. Masih percaya takhyul.
5. Artistik.
6. Watak yang lemah.
7. Tidak hemat, dia bukan “economic animal”.
8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa.
9. Manusia Indonesia kini tukang menggerutu.
10. Cepat cemburu dan dengki
11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok.
12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru.
Sumber: http://www.facebook.com/topic.php?uid=349356159448&topic=13242
B. Menurut hasil pengamatan Hariyanto Imadha sejak 1973:
13.Suka pamrih (berbuat baik kepada orang lain hanya kalau ada pamrihnya) dan berjiwa penjilat
14.NATO (No Action Talk Only),suka menyalahkan orang lain,apriori
15.Sulit mengakui kekalahan,kesalahan dan kebodohan
16.Suka pamer dan suka membanggakan diri (gelar sarjana, gelar haji, jabatan ataupun pangkat)
17.Jorok, suka membuang sampah di sembarang tempat
18.Suka menunda waktu dan suka bermalas-malasan
19.Tidak disiplin dalam segala hal (pinjam uang tidak kembali, pinjam barang kembalinya rusak bahkan tidak dikembalikan, jam karet, dll)
20.Enggan menerima perbedaan pendapat, malas menambah ilmu sehingga cara berpikirnya sempit
21.Kurang toleransi terhadap agama/suku lain
22.Suka mencela hasil kerja orang lain dan dia sendiri tidak berbuat apa-apa
23.Suka korupsi, kolusi,nepotisme,pungli,suap,sogok dan suka menipu
24.Tidak jujur, suka berbohong dan suka menipu
25.Jual beli hukum,jual beli jabatan,jual beli lowongan kerja,jual beli ijasah,dll
26.Tidak bisa menghargai orang yang lebih tua atau lebih pandai
27.Pelit, suka perhitungan, mau enaknya sendiri
28.Emosional, suka marah, mudah tersinggung, mudah curiga (suudzon),tidak sabaran
29.Suka basa-basi tak bermakna (puasa basa-basi,shalat basa-basi,dll)
30.Kurang peduli terhadap kesulitan/kesusahan/kepentingan orang lain
Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

sumber: http://www.sukague.com

Comments are closed.

%d bloggers like this: