SH2DRSP Dukung Agenda Internasional Untuk Papua

SH2DRSP Dukung Agenda Internasional Untuk Papua

 

SH2DRSP Ketika Ditemui di Café Prima Garden Abepura, Senin (8/7) kemarin pagi sekira pukul 10.00 WIT.JAYAPURA – Kelompok yang menamakan diri Solidaritas Hukum, HAM dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua (SHDRP) menyatakan mendukung dua agenda Internasional yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, yaitu rencana kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Melanesia Spearhead Group (MSG) ke Papua dan Sidang Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) di Swiss tentang kasus pelanggan Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua  10 Juli 2013 mendatang.
Menurut Ketua I SH2DRSP, Usamah Yogobi, pada sidang yang akan dilaksanakan di Jenewa, Swiss tanggal 10 s/d 11 Juni itu, Pemerintah Indonesia dalam hal ini pihak Kapolda Papua akan masuk dalam pembahasan tentang dugaan beberapa kasus pelanggaran HAM berat yang dilakukannya serta penutupan ruang demokrasi yang diterapkan di atas tanah Papua.

Dirinya meminta kepada seluruh rakyat Papua memberikan dukungan atas agenda internasinal yang dilakukan terkait dengan pembahasan masalah konflik yang selama ini terjadi di tanah Papua dan menimpa masyarakat Papua itu. “Menteri luar negeri akan kunjungi ke Jakarta sesudah itu dia akan kunjungi lagi pemerintah Papua di Papua Barat,” tutur Usamah Yogobi didampingi tiga anggotanya ketika menggelar jumpa pers, di Café Prima Garden Abepura, Senin (8/7) kemarin pagi sekira pukul 10.00 WIT.
Bahkan dirinya juga mengatakan bahwa pada bulan Agustus ini, akan ada kapal luar negeri yang nantinya berkunjung ke Papua entah di Merauke atau Jayapura,  namun dengan tujuan misi kemanusian dan tidak ada misi lain. “Kapal itu juga tidak boleh di politisir oleh pihak manapun. Itu terkait dengan misi kemanusiaan,” ujarnya.
Bukan hanya itu, SH2DRSP juga menolak diberlakukannya Otonomi Khsusu Plus (Otsus Plus) yang baru saja berjalan pada masa kepemimpinan Lukas Enembe ini di Papua  dan UP4B.  Sebab menurut mereka,  berbagai program yang diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat tidak membawa perubahan yang signifikan. “Apapun itu, semua sama, kembali tuntutan awal maka itu kami tolak,”katanya.
Dia juga mengatakan bahwa menyambut beberapa agenda besar yang berbicara tentang hak dan nasib  rakyat Papua itu maka seluruh rakyat Papua diajak untuk pada tanggal 20an bulan ini, turut mengambil bagian dari aksi turun jalan yang akan dilakukan. “Kami mohon Kapolda tidak menutup ruang, karena ini diatas tanah kami,” pungkasnya. (mir/don/l03)

Comments are closed.

%d bloggers like this: