Anton Tabuni: Penembakan Itu Bagian dari Perjuangan

Anton  Tabuni: Penembakan Itu Bagian dari Perjuangan

 

Akui Senjata Korban Penembakan Ada di Markas OPM

IlustrasiJAYAPURA – Sekjen TPNPB-OPM Anton Tabuni menjelaskan bahwa penembakan yang dilakukan TPNPB-OPM pada tangal 25 Juni 2013 lalu adalah karena tuntutan perjuangan mereka dan kekecewaan akibat adanya perlakuan asal tembak dari aparat Indonesia terhadap warga sipil di Puncak Jaya. “Ya, itu karena perjuangan kami to, karena kedaulatan tidak diakui, dan Indonesia juga sengaja putar balik masalah, jadi kami angkat senjata, ini perjuangan kami,” ujar Anton Tabuni kepada Bintang Papua melalui ponselnya, Senin (8/7) kemarin.
Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, penembakan dilakukan TPNPB-OPM saat Letda I Wayan Sukarta dan dua anggotanya, yakni Prada Supiyoko dan Prada Andi hendak pulang, mereka baru saja melakukan kunjungan ke Kampung Jigonikme, Puncak Jaya.
Pada kira-kira pukul 14.00 WIT rombongan disergap TPNPB-OPM, akibatnya, Letda I Wayan Sukarta dan Tono (supir) meninggal dunia, TPN-OPM juga merampas senjata milik korban dan membakar kendaraan yang digunakan.

“Iya betul, saat penyerangan itu anak-anak ambil senjata, dan sekarang senjata itu ada di markas kami,” kata Anton.
Untuk itu, Anton berharap agar aparat keamanan tidak asal tembak warga sipil yang tidak bersalah. “Kalau cari kami ya baku hantam saja dengan kami, tidak usah tembak dan bunuh warga sipil, memang beberapa kali ada pengejaran kepada kami, tetapi yang jadi korban itu warga sipil,” tambahnya.
Sekjend TPNPB-OPM itu juga berharap agar Indonesia mau menghargai hak politik mereka, dan keinginan untuk memisahkan diri juga merupakan hak “Negara Indonesia harus hargai hak kami. Hak politik dan hak menentukan nasib sendiri, dan Jangan main-main, karena TPNPB-OPM ini adalah organisasi dan wadah yang resmi perjuang untuk kemerdekaan Papua Barat, dari dulu dan sampai saat ini kita masih berjuang dan angkat senjata,”ujarnya. (bom/don/l03)

Comments are closed.

%d bloggers like this: