Pimred Majalah Pelita Papua: Tidak Ada Pemberitaan soal Papua Merdeka

Pimred Majalah Pelita Papua: Tidak Ada Pemberitaan soal Papua Merdeka

 Pimred Majalah Pelita Papua: 
Tidak Ada Pemberitaan soal Papua MerdekaPemimpin Redaksi Majalah pelita Papua, Fidelis Jeminta (foto: Katarina Lita)

KBR68H, Jakarta – Pimpinan Redaksi Majalah Pelita Papua, Fidelis Jeminta membantah, jika edisi perdana majalah itu berisi tentang kemerdekaan Papua. Fidelis Jeminta mengatakan, tidak ada pemberitaan yang menyebut tentang Papua Merdeka.

Kata Fidelis, isi dari Majalah yang bergambar sampul bendera Bintang Kejora tersebut, hanya mengulas soal keberadaan kantor OPM di Oxford, Inggris yang baru berdiri beberapa waktu lalu.

“Benar, benar sekali! Dan bahkan itu, sebelum kami masuk ke situ (soal OPM di Oxford, Inggris) itu kita angkat juga soal pernyataan-pernyataan elit di Jakarta, antara lain ya Menlu. Habis itu sejumlah politisi kita di DPR RI, itu coba kita coba sandingkan semua. Artinya, tetap bahwa kita berdiri pada soal keseimbangan berita. Lalu, dari kacamata saya, memandang kehadiran Pelita Papua dalam menyuguhkan informasi, menurut saya 75 persen nilai yang ditawarkan adalah pendidikan, ” terang Fidelis kepada kBR68H, Minggu (7/7).

Sebelumnya, Kepolisian Papua melarang peredaran dan pencetakan Majalah Pelita Papua. Majalah 64 halaman itu rencananya akan dicetak sebanyak 2000 eksemplar. Pelarangan diduga karena majalah itu memasang gambar bendera Bintang Kejora dalam sampul depan.

Sempat terjadi adu mulut antara Pimred Majalah Pelita Papua dan Polisi. Namun, meski sempat dilarang, 1000 eksemplar majalah itu sudah bisa diedarkan sejak 5 Juli. Petinggi Majalah Pelita Papua menyatakan belum akan mengambil langkah hukum atas kejadian tersebut.

Editor: Antonius Eko

Comments are closed.

%d bloggers like this: