TPN-OPM Tidak Akui Jonah Wenda

Mengaku Juru Bicara TPNPB Tanpa Sepengetahuan Para Pimpinan dan Anggota TPN-OPM

Ilustrasi JAYAPURA – TPN-OPM melalui surat terbukanya menegaskan tidak mengakui Jonah Wenda yang mengakui dirinya sebagai Juru Bicara TPN-OPM, surat terbuka yang ditandatangani Kepala Staf Umum TPN-OPM, Teryanus Sato tersebut dikirim sebagai rilis resmi TPN-OPM ke redaksi Bintang Papua.
Isi surat terbuka tersebut TPN-OPM berharap agar jurnalis baik lokal, nasional, maupun internasional lebih jeli menggali informasi dari pihak-pihak yang mengatasnamakan TPN-OPM, “Kami yang murni berjuang, mengangkat senjata dan bersimbah darah, bahkan nyawa sudah banyak yang hilang, mempertanyakan mereka yang selama ini berbicara atas nama OPM,” jelas  Teryanus Sato dalam suratnya.
Pengakuan Jonah Wenda sebagai juru bicara TPNPB tanpa sepengetahuan para pimpinan dan anggota TPN-OPM yang murni berjuang didalam negeri Papua Barat.

“Kami mempersilahkan teman-teman jurnalis dan seluruh masyarakat Papua untuk mempelajari artikel yang telah diposting oleh Admin WPNLA pada tanggal 6 June 2013 dengan topik “WPNCL Dibentuk Dengan Dalih TPN-OPM Adalah Organisasi Teroris”. Artinya, Jonah Wenda mengklaim diri sebagai JUBIR TPNPB tanpa sepengetahuan mayoritas Pimpinan dan Anggota TPN-OPM murni yang berjuang di dalam Negeri Papua Barat,” jelasnya.
Dalam hal ini TPN-OPM murni yang berjuang di Dalam Negeri Papua Barat menolak tegas, karena dasar pembentukan WPNCL yang tidak benar dan diskriminatif serta mendiskreditkan TPN-OPM yang berjuang benar Dalam Komando Nasional, dibawah  Pimpinan Gen. Goliat Tabuni.
Dalam rilis TPN-OPM tersebut juga disampaikan bahwa “Kami miliki informasi dan data terkait apa yang sudah dilakukan Jonah Wenda terhadap beberapa Pimpinan TPN-OPM serta Anggotanya dan rakyat, termasuk soal anggaran dengan dalih hendak membeli senjata. TPN-OPM menolak semua yang telah dan sedang jalankan oleh Jonah Wenda selama ini.
TPN-OPM juga mempertanyakan alasan tidak ditahannya Jonah Wenda saat ia tertangkap beberapa tahun lalu.
“Jonah Wenda ditangkap di Sorong sebagai JUBIR TPNPB, dengan document lengkap, kemudian selanjutnya telah dikirim ke Polda Papua, tetapi ia tidak diajukan ke Jaksa Penuntut Umum untuk dilimpahkan ke Pengadilan guna menjalani proses hukum, sebagaimana aktivis Papua merdeka lain yang selalu diadili,” tulisnya rilis tersebut.
TPN – OPM merasa heran karena Jonah Wenda selama ini bebas berkeliaran di kota-kota di seluruh Tanah Papua, dan bahkan bebas melakukan Konfrensi Pers di Hotel-Hotel atau di Prima Garden yang merupakan Public Places (Lokasi umum).
“Kami ingatkan bahwa, TPN-OPM murni tidak pernah keliaran di Kota-Kota dan tidak melakukan Konfrensi Pers di tempat-tempat umum, yang sangat terbuka,” ungkapnya.
Dibagian akhir dinyatakan bahwa: TPN-OPM murni yang berjuang benar telah bersatu dalam Komando Nasional, melalui KTT di Biak dan sekarang dalam proses mengatur atau menata struktur serta Manajemen Organisasi Sayap Militer OPM.  
Oleh karena itu, TPN-OPM yang bergabung dalam Komando Nasional dibawah Pimpinan Gen. Goliath Tabuni menolak tegas terhadap TPN-OPM Gadungan, yang merajalela di seluruh Tanah Papua.
Karena TPN-OPM akan melakukan Kongres OPM dalam waktu dekat, guna mengatur Manajemen Organisasi via Reorganisasi OPM itu sendiri. Berhubung TPN juga telah melakukan Restrukturisasi melalui Konferensi Tingkat Tinggi pada 1-5 Mei 2012 di Biak, Papua Barat. Hal ini yang sekarang TPN-OPM bekerja keras untuk menata diri, dalam kubu TPN-OPM.
Surat Terbuka TPN-OPM itu ditandatangani oleh Atas Nama Panglima Tinggi TPN-OPM, Kepala Staf Umum, Teryanus Satto dengan NRP 7312.00.00.003. (bom/achi/l03)

Comments are closed.

%d bloggers like this: