Peringatan HUT OPM 1 Juli : Bintang Kejora Dikibarkan Bersama Merah Putih

JAYAPURA—Mantan Tapol/Napol Yen Seru menandaskan pihaknya menghimbau kepada  semua pihak, pimpinan OPM dan kelompok perjuangan  rakyat Papua Barat  diseluruh  Tanah Papua, tetap merayakan peringatan HUT OPM pada 1 Juli mendatang dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora  berdampingan dengan bendera Merah Putih .     
Ajakan dan himbauan itu disampaikan  mantan Tapol/Napol Sem Yeru melalui Bintang Papua di Jayapura, Selasa (18/6) kemarin. 
Sem Yeru mengatakan, apabila hanya menaikan  bendera Bintang Kejora  tidak perlu dilakukan, karena  akan ditangkap sebab dirinya masuk penjara  hanya karena menaikan bendera Bintang Kejora tanpa berdampingan dengan merah putih.

“HUT  OPM I Juli merupakan  hari  nasional  bangsa Papua Barat  yang harus diperingati sebagai  ungkapan  sikap  rakyat  Papua  untuk merdeka  dan membentuk  negara  berdaulat  terlepas dari NKRI sebagaimana  dideklarasikan pada  1 Juli 1998 di Taman Imbi sesuai ideologi HAM, cinta  damai dan cinta kasih,” kata Sem  Yeru yang kala itu  bertindak sebagai Koordinator deklarasi HUT OPM.
Karena itu, kata Sem Yeru, pihaknya minta kepada  aparat penegak hukum untuk mengawasi peringatan HUT  OPM 1 Juli 2013 mendatang, tanpa mesti melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat Papua Barat. Pasalnya, peringatan HUT OPM yang diselingi  orasi-orasi politik dilindungi UU  tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.
Senada dengannya,  Saul J Bomay  yang mengaku sebagai Juru Bicara  TPN/OPM menyatakan, pihaknya segera menyampaikan pemberitahuan kepada  Polda Papua  untuk memperingati HUT OPM  1 Juli 2013  yang rencananya akan berpusat di Taman Imbi dan Makam Theys di Sentani.
Dikatakan Saul J. Bomay, pihaknya tetap  memperingati Hari Kemerdekaan bangsa Papua Barat. Nama Papua Merdeka ada karena deklarasi 1 Juli 1971, guna menjawab hasil Pepera yang cacat  hukum dan cacat moral.
“Kami perjuangkan terus sampai  titik  darah penghabisan, untuk merebut kembali   tanah  kami   dari  NKRI,” ujar Saul J. Bomay.  
Sementara  itu,  Polda Papua  dan jajarannya tetap  mengantisipasi adanya  pengibaran bendera Bintang Kejora, simbol perjuangan rakyat Papua Barat menjelang  HUT  Organisasi Papua  Merdeka  (OPM) pada 1 Juli 2013 mendatang.
“Kita  tetap  siagakan saja  beberapa  titik diseluruh Papua,  baik monitor maupun deteksi ada potensi terjadinya gangguan keamanan, terutama di lokasi-lokasi rawan, seperti  Timika, Puncak Jaya, Yapen, Manokwari, Biak, Sorong, Keerom, Kota Jayapura dan lain-lain,”  tegas  Kapolda Papua  Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, MA,PhD usai penutupan Turnamen Volly In  Door dan Volly  Pasir Piala Kapolda Tahun 2013 di GOR  Cenderawasih, APO, Jayapura beberapa waktu lalu.
Namun meski ada niat dan keinginan sekelompok masyarakat untuk merayakan atau memperingati 1 Juli, tidak terbias pada siatuasi situasi Kamtibmas di Tanah Papua yang hingga saat ini aman dan terkendali  serta tidak ada sesuatu  yang signifikan. 
Merujuk pada peringatan HUT OPM 1 Juli 2012 tahun lalu, bendera Bintang Kejora berkibar  di 4 titik , mulai dari Keerom,  yang diduga  dilakukan kelompok OPM pimpinan Lambert Pekikir, di Kota Jayapura 2 titik. Sedangkan wilayah lain Papua seperti Timika, Puncak Jaya, Yapen tak ada pengibaran bendera Bintang Kejora. (mdc/achi/l03)

Comments are closed.

%d bloggers like this: