Amerika Gandeng China ‘Kuasai’ Asia Pasifik

Foto : chindonews.blogspot.com

 

 

 

 

Secara konteks Geografis, Asia pasifik merupakan sebutan bagi wilayah yang diisi oleh Negara -Negara Asia di sekeliling lingkar luar pasifik (pacific rim) yang membujur dari Oceania, hingga ke Rusia, dan turun kebawah sepanjang pantai barat Amerika. Wilayah ini menjadi penting karena perkembangan dan kemajuan ekonominya yang menakjubkan dunia.

Karenanya para ahli mengatakan Asia Pasifik telah menjadi pusat kekuatan politik dan ekonomi dunia. Ini lantaran di kawasan ini telah menerapkan proses globalisasi secara positif, melakukannya secara bertahap namun pasti dalam mengimbangi pertumbuhan ekonomi di berbagai belahan lain dunia. Maka tak heran kalau kawasan ini menjadi incaran Amerika Serikat (AS) dan China, dua negara pesaing ekonomi terkuat di dunia saat ini.

Saya lebih suka berpikir pragmatis saja membaca geliat politik-ekonomi China dan AS di kawasan ini. Sudah lama AS masuk ke kawasan Asia Pasifik melalui pendekatan (kerjasama) militer, sementara China lebih dominan dengan pendekatan dagang. Jika dua kekuatan itu bisa berjalan sinergis, maka perkembangan ekonomi dan keamanan kawasan Asia Pasifik bakal semakin stabil.

Kunjungan Presiden China ke AS

Akhir pekan lalu, Presiden China Xi Jinping berkunjung ke AS atas undangan Presiden Barack Obama. Lawatan tiga hari itu tentu mengandung muatan luar biasa. Selain untuk mempererat kerjasama bilateral juga membahas hal-hal penting bagi perkembangan kawasan Asia Pasifik ke depan. Dalam acara makan malam, Xi bahkan terang-terangan mengatakan kepada Obama bahwa kunjungan sebelumnya ke AS tahun lalu sudah menyinggung tentang bagaimana mengakomodasi peran kedua negara (AS dan China) di Samudera Pasifik.

“Hari ini saya bertemu di sini dengan Presiden Obama untuk memetakan cetak biru untuk pengembangan hubungan China-AS dan melakukan kerjasama melintasi samudera Pasifik,” kata Presiden China. http://chindonews.blogspot.com/2013/06/presiden-china-bertemu-presiden-as.html

 

sumber : planetpelajar.com

Tidak hanya AS dan China yang berkepentingan dengan kawasan Asia Pasifik. Negara-negara Eropa juga punya kepentingan yang sama. Apalagi kawasan ini di masa lalu adalah bekas jajahan mereka (Inggris, Belanda, Perancis dan Jerman). Hal ini tentu telah diperhitungkan oleh AS dan China. Australia sebagai perpanjangan tangan kekuatan Eropa di Asia Pasifik bisa saja menjadi ancaman bagi kerjasama AS-China. Namun dengan keberadaan pangkalan militer AS di Darwin sejak tiga tahun lalu, gerak-langkah Australia khususnya ke kawasan Pasifik Selatan dipastikan sudah berada dalam pengawasan. Dalam konteks inilah saya membaca fenomena gejolak Papua.

Gejolak Papua dan Kepentingan Eropa di Forum MSG

Dalam tulisan saya sebelumnya di forum ini, berjudul “Membaca Kepentingan China dalam Forum MSG” saya sedikit banyak menguraikan strategi ekonomi China di kawasan Pasifik Selatan. http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/05/30/membaca-kepentingan-cina-dalam-forum-msg-564179.html

China rupanya sudah membaca adanya kecenderungan konsolodiasi masyarakat rumpun Melanesia melalui Forum MSG (Melanesian Spearhead Group). Sebuah forum yang menghimpun bangsa-bangsa Melanesia dalam satu kesatuan ekonomi yang terintegrasi. Namun dalam perjalanannya, MSG mulai berani bermain api. Lima negara anggota MSG (Vanuatu, Fiji, PNG, Solomon, dan Kaledonia Baru) telah menyingkirkan New Zeland dari keanggotaan Forum MSG. Bahkan Kaledonia Baru kini diwakili oleh kelompok politik bumiputera Kanak (Front de Liberation Nationale Kanak et Socialiste / FLNKS).

Tinggal beberapa hari lagi MSG akan menyelenggarakan KTT di Noumea, Kaledonia Baru. FLNKS sebagai tuan rumah dikhabarkan telah mengundang kelompok politik dari Papua yaitu WPNCL (West Papua National Coalition for Liberation) untuk hadir dalam KTT itu sebagai observer. Ini adalah bagian dari keberhasilan diplomasi tokoh-tokoh Papua merdeka yang melihat MSG sebagai pintu masuk bagi perjuangan ideologi Papua merdeka. http://tabloidjubi.com/2013/06/06/wpncl-resmi-diundang-oleh-fnlks-untuk-hadir-di-ktt-msg/

Jika nantinya WPNCL diterima sebagai anggota MSG, maka posisi Indonesia sebagai observer dalam Forum MSG dipastikan akan tersingkir. Karenanya, undangan bagi WPNCL ini disambut aksi demo para aktivis Papua merdeka di berbagai tempat 10 Juni 2013 lalu.

Saya tidak memiliki cukup fakta juga tak punya kapasitas yang memadai untuk menyimpulkan bahwa perkembangan Forum MSG seperti ini adalah hasil campur tangan Eropa untuk menjaga agar isu Papua merdeka tetap aktual. Kepentingan Eropa tidak jauh beda dengan kepentingan AS dan China, yakni kekayaan sumber daya alam di kawasan Pasifik Selatan ini. Kalaupun kesimpulan saya ini betul, itu semata-mata ketidaksengajaan yang berdampak benar.

Namun dengan peran AS-China di Asia Pasifik saat ini, Forum MSG akan sangat mudah dikontrol dalam strategi ekonomi dan keamanan kawasan dimana China dan AS adalah panglimanya.

Bagi Indonesia, dukungan AS dan China terhadap kedaulatan NKRI di Tanah Papua adalah jaminan. Bahwa sekuat apapun campur tangan Eropa terhadap bekas jajahannya di Pasifik Selatan itu, tidak akan mampu melawan pengaruh AS dan China di seluruh kawasan Asia pasifik termasuk di Pasifik Selatan. [***]

Comments are closed.

%d bloggers like this: