FMMP dan BEM FH Uncen Minta Polda Bentuk Timsus

JAYAPURA – Federasi Militan Mahasiswa Papua (FMMP) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Uncen meminta kepada Kepolisian Daerah (Polda) Papua untuk mengirim Tim Khusus (Timsus) melakukan pemeriksaan terhadap aparat kepolisian di Polres Manokwari dan Polres Sorong, yang diduga keras terlibat dalam hal peredaran Miras dan Judi Togel karena hingga saat ini di wilayah Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong – Provinsi Papua Barat masih banyak beredarnya minuman keras (Miras) dan permainan judi jenis kupon putih atau Toto Gelap (Togel) secara bebas.
FMMP diwakili Sekjendnya Senat Busup dan BEM FH Uncen diwakili Ketuanya Amsal Samaa menilai, hingga saat ini kedua faktor dari barang haram itu yang menyebabkan tingginya angka kriminalitas di wilayah Manokwari dan Sorong. “Namun dari dulu hingga sekarang ini tidak ada tanggapan serius dari aparat keamanan yang ada disana, sehingga kami menilai maraknya peredaran Miras dan judi Togel itu diduga dibekingi atau adanya keterlibatan para pimpinan penegak hukum (Polisi-red) di dua daerah tersebut,” ujar Amsal Sama didampingi Sekjend FMMP Senap Busup ketika menggelar jumpa pers, di Café Prima Garden Abepura, sekitar pukul 13.00 WIT Kamis (13/6) kemarin siang.

Lanjut Amsal demikian sapaan akrabnya, bahwa kasus tindak pidana kriminal seperti penganiayaan, pembunuhan dan pemerkosaan maupun lainnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong paling banyak diakibatkan tingginya peredaran Miras dan Togel.
“Adanya laporan masyarakat bahwa di Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong banyak terjadi permainan judi Togel yang dilakukan para Bandar – Bandar besar yang ada disana, namun aparat kepolisian tidak menangkap para pengecer maupun Bandar besarnya, karena aparat kepolisian dalam hal ini Polres Manokwari dan Polres Sorong disinyalir setiap hari mendapatkan jatah dari bandar besar judi Togel tersebut,” kata Amsal.
Sementara itu ditempat yang sama, Sekjend FMMP Senap Busup mengatakan, rata – rata pelaku tindak pidana kriminal itu melakukan kejahatannya usai mengkonsumsi Miras, karena para pelaku kejahatan dengan mudah memperoleh Miras  yang dijual bebas. “Miras yang banyak beredar di Manokwari dan Sorong – Provinsi Papua Barat adalah miras lokal seperti arak, tuak, saguer, ballo dan cap tikus (CT). Begitupun dengan permainan judi Togel dengan mudah orang memasang angka – angka atau shio yang ada dalam permainan judi Togel karena dapat ditemui semua sudut kota yang ada di dua wilayah tersebut,” ungkapnya.
Maka itu, Amsal dan Senap juga berharap agar pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Papua Barat, DPR Papua dan DPR Papua Barat segera mengesahkan peraturan daerah tentang larangan  peredaran minuman keras (Miras).
“Yang mana draftnya telah dirancang dan dibuat oleh DPR pada beberapa waktu lalu. Begitupun juga oknum – oknum aparat penegak hukum hingga saat ini banyak melakukan praktik bisnis haram ini dengan para penguasaha penyalur Miras dan para bandar besar judi Togel diatas tanah Papua, sehingga menimbulkan angka kriminalitas yang cukup tinggi, seperti penganiayaan, pembunuhan, pencurian, angka kecelakaan lalu lintas meningkat, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pemerkosaan maupun penyakit sosial lainnya,” pungkas Amsal Sama dan Senaap Busup mengakhiri jumpa pers. (mir/don/l03)

Comments are closed.

%d bloggers like this: