Dua Pengacara HAM Papua Dapat Pengakuan Internasional

Dalam ‘Lawyers for Lawyers Award’ atas Dedikasinya pada HAM

Gustaf Kawer,SH,M.Si yang tampak dalam satu momen diskusi dengan kliennya.JAYAPURA – Dua orang pengacara HAM dari Papua, Olga Hamadi dan Gustaf Kawer, Sabtu (3/5) mendapat pengakuan khusus dari juri ‘Lawyers for Lawyers Award’ di Amsterdam, Belanda.
 Juri yang terdiri dari para ahli hukum menempatkan mereka dalam peringkat ketiga dari nominasi ketat untuk mendapatkan penghargaan, yang dimenangkan oleh pengacara HAM dari Rusia, Magamed Abubakarov.
Sebagaimana press release yang diterima Bintang Papua dari Gustaf Kawer melalui surat elektroniknya, ia bersama Olga hamadi dinilai layak mendapatkan pengakuan ini, karena telah mendedikasikan diri untuk melakukan advokasi hukum untuk masyarakat di Papua.
Masih dalam releasenya, koordinator TAPOL, Paul Barber, saat memberikan penghargaan tersebut mengungkapkan bahwa,  penghargaan tersebut merupakan bukti dedikasi, keberanian dan profesionalisme Olga Hamadi dan Gustaf Kawer serta para pengacara HAM di Papua.

“Pemerintah Indonesia harus memberikan perhatian, melindungi hak-hak mereka dan memastikan agar mereka dapat melanjutkan kerja-kerja untuk mendapatkan keadilan di Papua,’ ujar Paul Barber yang merupakan salah satu organisasi yang turut menominasikan kedua pengacara tersebut. 
Pengacara HAM di Papua, lanjutnya, mengalami situasi yang benar-benar sulit. Dalam menjalankan tugas profesionalnya, mereka juga kerap distigmatisasi sebagai separatis dan mendapatkan ancaman dan intimidasi oleh aparat yudisial serta kepolisian, militer dan intelIjen.
Semata karena mendampingi orang-orang Papua yang sering ditangkap hanya karena turut serta dalam demonstrasi dan menyuarakan hak untuk berkspresi. 
Diungkapkan Gustaf, bahwa dalam laporannya pada penghargaan tersebut, juri menjelaskan bahwa, ia dan Olga Hamadi adalah penanda terang di sebuah wilayah, di mana orang-orang kehilangan kepercayaan terhadap sistem hukum dan menghadapi kekerasan setiap kali memprotes ketidakadilan yang merajalela.
Saat ini Olga Hamadi, SH, M.Sc adalah Koordinator KontraS Papua, yang memulai bekerja sebagai pengacara HAM sejak bergabung dengan LBH Papua, 2005. Sementara Gustaf Kawer, SH,M.Si adalah pengacara HAM sejak terlibat di LBH Papua tahun 2000. Keduanya adalah anggota Koalisi Penegakan Hukum dan HAM di Papua, sebuah koalisi pengacara HAM di Papua yang bekerja untuk mendampingi korban yang mendapatkan represi dan mengalami ketidakadilan.
Pengacara HAM dari berbagai dunia dinominasikan dalam Lawyers for Lawyers Award. Hal ini digagas oleh organisasi masyarakat sipil Belanda  Lawyers for Lawyers (L4L), yang berkomitmen untuk membuat para pengacara dapat menjalankan kerjanya secara bebas dan independen, sesuai dengan hukum internasional, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Prinsip-prinsip Dasar tentang Peran Pengacara.(aj/don/l03)

Comments are closed.

%d bloggers like this: