IKATAN SUKU BESAR UKAM MINTA PEMERINTAH UTAMAKAN JALAN BAGIAN SUKU UNA

IKATAN SUKU BESAR UKAM

MINTA PEMERINTAH UTAMAKAN JALAN BAGIAN SUKU UNA

 

Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM), minta pemerintah jeli melihat jalan wilayah UNA, yang sementara ini, pemerintah Pusat dicanangkan jalan Utama Dekai-Seradala-Oksibil, untuk bangun jalan di tempat y6ang tidak ada manusia ? percuma saja buang-buang biaya Negara, kalau bangun jalan di daerah yang tidak berpenghuni (Manusia).untuk itu pihaknya meminta Pemda Kabupaten Pemerintah Propinsi Papua daqn Pusat, harus melihat kebutuhan masyarakat, jangan asal turunkan program di wilayah UKAM, dalam hal ini di wilayah suku UNA.

Masyarakat UKAM yang tergabung dalam Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM), minta pemerintah mebuka akses jalan melalui dekai-samboga-yalmaby-bomela-langda-sumtamon-oksibil, jalan ini yang sementara ada orang UNA tinggal. Kemudia untuk wilayah momuna dari samboga-kingdua. Untuk itu masyarakat Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM), minta pemerintah harus buka akses di daerah pegunungan UNA, ketimpang buka jalan nasional melalui Dekai-Seradala-Oksibil-Keerom, inikan tidak masuk logika bagi masyarakat UKAM.

Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM), minta kepada Pemda Kabupaten Pemerintah Propinsi Papua daqn Pusat, apabila jalan alternative masyarakat UKAM tidak buka maka yang punya hak ulayat tidak akan pernah meberikan ijin untuk membuka jalan nasional antara Dekai-Seradala-Oksibil-Keerom, apabila jalan sudah masuk di wilayah UNA maka kami akan memberikan untuk jalan nasional bisa kerja di Dekai-Seradala-Oksibil-Keerom.

Untuk  itu Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM), sebagai lembaga masyarakat  milik UKAM, maka kami tidak akan memberikan ijin untuk membuka jaan antara Dekai-Seradala-Oksibil-Keerom, apabila Pemerintah tidak tanggapi masalah mendasar orang UKAM, kami minta juga Bupati Kabupaten Yahukimo dan Gubernur Propinsi Papua untuk meninjau kembali jalan-jalan yang sementara ini rakayat kecil lalui supaya tidak rakyat papua bisa nikmati pembangunan pemerintah Indonesia, tapi  bangun jalan nasional ke jalan nasional kapan baru bangun untuk rakayat papua melalui jalan yang sementara ini rakyat lalui??.

Karena sampai saat ini orang UKAM tidak merasakan Pembangunan dari Pemerintah Indonesia, sampai detik ini di wilayah Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM), tidak ada namanya Program Pemerintah, yang kami tau hanya Gereja, dan Pemerintah kami adalah GEREJA, karena pembangunan di Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM), tidak sama sekali. Memang ada kantor distrik tapi bangunannya samdengan Kandang kelinci, inikan aneh pembangunan semacam ini.

Tetapi melalui aspirasi ini, pemetrintah buka mata aspirasi rakyat UNA, supaya pemangunan pemerintah bisa merasakan oleh rakyat UNA. Termasuk di wilayah Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM).

 

 
 

Penulis Adalah Seorang Sekertaris Eksekutif IS-UKAM, Di Papua Sekalian Pemantau Sosial (IS-UKAM), Di Wilayah itu Ikatan Suku Besar UNA, Kopkaka, Arumtap, aropkor, Mamkot dan Momuna (IS-UKAM)

Saran/Kritikan Melalui: arumansalomo@gmail.com

 

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: