KNPB Peringati 1 Mei di Makam Alm. Theys

KNPB Peringati 1 Mei di Makam Alm. Theys

 

Viktor Yeimo Menilai Pernyataan Kapolda dan Pangdam Provokatif

Ketua KNPB, Viktor Yeimo didampingi Jubir KNPB, Wim R. Medlama dan 1 Anggota KNPB lainnya, saat menggelar jumpa pers, di café Prima Garden Abepura, Rabu (24/4) kemarin siang.JAYAPURA – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tetap akan memperingati 1 Mei yang disebutnya sebagai hari penjajahan kolonialisme Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terhadap Bangsa Papua Barat, di Makam Alm. Theys Hiyo Eluay, tanggal 1 Mei 2013 mendatang.
KNPB juga menilai pernyataan Kapolda Papua, Irjend. Pol. Drs. M. Tito Karnavian, MA, dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Drs. Christian Zebua merupakan pernyataan yang sangat provokatif bagi rakyat Bangsa Papua Barat menjelang 1 Mei 2013 mendatang. “Kami sangat menyayangkan pernyataan Kapolda dan Pangdam di beberapa media massa, berdasarkan penilaian kami (KNPB) itu sengaja dibuat untuk prakondisi bagi rakyat agar tidak bisa berbuat apa – apa, rakyat Bangsa Papua Barat merasa diteror dengan pernyataan – pernyataan provokatif tersebut menjelang 1 Mei nanti,” tukas Ketua KNPB, Viktor Yeimo didampingi Juru Bicara (Jubir) KNPB, Wim R. Medlama dan 1 anggota KNPB lainnya, ketika menggelar jumpa pers, di Café  Prima Garden Abepura, kemarin siang Rabu (24/4) sekitar pukul 13.00 WIT.

Viktor mengungkapkan, pernyataan Kapolda Papua yang menyebutkan ada beberapa titik rawan sebagai tempat peringatan 1 Mei yang harus diwaspadai, sedangkan pernyataan dari Pangdam, yakni jangan ada kelompok – kelompok yang ingin membuat gerakan tambahan. Dimana, dua pernyataan dari petinggi aparat keamanan NKRI yang ada di Bangsa Papua Barat ini merupakan pernyataan emosional dan itu sangat meneror batin, mental serta menakut – nakuti rakyat Papua untuk memperingati 50 tahun penjajahan kolonialisme NKRI bagi Bangsa Papua Barat.
Ditegaskan, KNPB tetap berupaya untuk meluruskan sejarah secara benar dan fakta bahwa pendudukan kolonialisme NKRI masuk keatas tanah air Bangsa Papua Barat merupakan illegal. “Selama 50 tahun kami rakyat Bangsa Papua Barat hidup dibawah tekanan dan penindasan dari kolonial Repbulik Indonesia (RI), bahkan pihaknya sama sekali tidak pernah menghendaki untuk mengundang Republik Indonesia (RI) agar menginjakkan kakinya diatas tanah air dari Bangsa Papua Barat ini,” tegasnya.
Dikatakan, semua orang yang hidup di atas Tanah Papua Barat mengetahui kalau tanggal 1 Mei merupakan hari aneksasi atau 50 tahun pendudukan illegal dari kolonial NKRI atas Rakyat Bangsa Papua Barat. Dan, momen 1 Mei itu sering diperingati rakyat Bangsa Papua Barat sebagai awal penderitaan dan penindasan yang dilakukan kolonial Indonesia.
“Genap sudah 50 tahun (1 Mei 1963 s/d 1 Mei 2013) lamanya rakyat Bangsa Papua Barat hidup terpinggirkan, termarjinalkan, terpojok, terkucil, tertindas dan terperangkap dalam rantai penguasa kolonial NKRI maupun rakyat NKRI (Non Papua, red) diatas tanah air milik Bangsa Papua Barat, sehingga sudah saatnya rakyat Bangsa Papua Barat harus merayakan 1 Mei tersebut sebagai satu wujud atas penyiksaan dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial RI terhadap Bangsa Papua Barat dalam kurun waktu setengah abad tersebut,” jelasnya.
Hal tersebut, mantan juru bicara (Jubir) KNPB ini mengungkapkan, pada 1 Mei 2013 ini, KNPB menyerukan kepada seluruh rakyat Bangsa Papua Barat baik yang berada didalam dan diluar Papua agar menjadikan momen 1 Mei sebagai hari berkabung (berduka, red) Nasional bagi Bangsa Papua Barat dengan cara memperingatinya dalam bentuk aksi damai, mimbar bebas dan perayaan ibadah doa bersama. “Kami dari KNPB menyerukan kepada rakyat Bangsa Papua Barat agar tidak terprovokasi dengan adanya ancaman intimidasi maupun teror – teror yang dilakukan pihak militer kolonial Republik Indonesia (RI) dalam hal ini TNI atau Polri,” serunya.
Selain itu, Viktor juga menghimbau, pada tanggal 1 Mei 2013 mendatang, agar rakyat Bangsa Papua Barat untuk menghentikan segala aktivitas baik persekolahan dan perkuliahan serta perkantoran maupun aktivitas usaha lainnya, karena 1 Mei tersebut merupakan momen untuk meratapi, merenungi, menyadari dan memaknai selama 50 tahun rakyat Bangsa Papua Barat mengalami penderitaan dan penindasan dalam kungkungan NKRI yang harus dilakukan di asrama – asrama, di perumahan penduduk, gereja dan masjid maupun tempat – tempat lainnya.
Dalam aksi ini, Viktor mengatakan, tetap akan melakukannya secara damai tanpa ada mengganggu aktivitas dari masyarakat lainnya. Dan, kalau ada aparat militer Indonesia (TNI/Polri) yang berani diturunkan untuk menghentikan pelaksanaan 1 Mei itu. Maka KNPB sedikitpun tidak akan takut karena momen 1 Mei ini merupakan momen yang paling bersejarah untuk harus diperingati oleh rakyat Bangsa Papua Barat, sedangkan kegiatan itu nantinya KNPB akan fokuskan untuk merayakannya, di Makam Theys Hiyo Eluay, Sentani – Kabupaten Jayapura. “Kami sedikitpun tidak akan pernah takut, kalau polisi mau mencari kami untuk menangkap dan membunuh seperti yang dialami oleh Alm. Mako Musa Tabuni. Maka dari KNPB mempersilahkannya dan tidak akan melarang polisi untuk melakukan hal itu. Dimana, kami juga sudah siap mati demi perjuangan Bangsa Papua Barat agar bisa lepas dari kunkungan kolonial NKRI,” tegas Viktor lagi.
Lebih jauh lagi, Viktor meminta agar tidak ada satupun organisasi atau organisasi – organisasi yang hanya dimanfaatkan oleh oknum – oknum tertentu untuk melakukan intervensi jelang momen peringatan 1 Mei kali ini. “Saya minta kepada TPN/OPM jangan membuat gerakan tambahan dalam peringatan momen 1 Mei tersebut,” pintanya. (mir/don/l03)

Comments are closed.

%d bloggers like this: