Demo KNPB di Manokwari, 11 Ditangkap Dua Polisi Terluka

Sinar Papua); Jayapura, (23/10) — Sebanyak 11 orang ditangkap pihak Kepolisian di Manokwari dalam unjuk rasa yang digelar massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Jalan Gunung Salju Amban, depan Kampus Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, Selasa (23/10).

Dari data yang diperoleh tabloidjubi.com menyebutkan, selain 11 orang ditangkap dalam aksi demo itu, juga delapan orang dikabarkan terluka, empat diantaranya karena luka tembak dan dua polisi terkena lemparan batu. Wartawan pun dilarang meliput aksi demo tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, AKBP I Gede  Sumerta Jaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Tapi mengaku tak ada orang yang terkena tembak. “Awalnya massa yang berjumlah sekitar 100 orang long march dari Amban ke Lapangan Borarsi. Mereka lalu dihadang polisi di Amban, sehingga massa hanya berorasi di depan Kampus Unipa. Tapi situasi memanas dan massa melempari polisi dengan batu, sehingga dua polisi terkena lemparan batu yakni Briptu MGE dan Brigpol RY. Polisi lalu membubarkan massa dan menangkap 11 orang, tapi kami tak mendapat informasi kalau ada massa terkena tembakan,” katanya, Selasa (23/10).

Menurut Gede, 11 orang yang diamankan, yakni FM, Aw,OA, DA, DM, ET, PP, OM, YD, KJ dan AM. Polisi juga mengamankan barang bukti empat bendera KNPB dan dua bendera PBB. Tapi tak ada pengibaran Bendera Bintang Kejora.

Untuk menindak lanjuti informasi yang menyebutka empat orang terkena tembakan, lanjut dia, Polda Papua akan menurunkan tim Propam Polda Papua berjumlah tiga orang yang dipimpin seorang berpangkat AKBP. “Besok kami akan turunkan tim dari Propam ke Manokwari untuk menindak lanjuti informasi yang katakan ada yang terluka karena tembak. Kita juga akan konfirmasi di lapang apakah ada anggota yang bertugas di lapangan bersenjata,” jelasnya.

Selain itu,  Gede juga mengkonfirmasi informasi yang menyebutkan hari ini ada pertemuan IPWP di London Inggris yang membahas masalah Papua. “Jadi pertemuan IPWP di London Inggris itu tak benar. Kami sudah berkoordinasi dengan Kedutaan KBRI di London, Arif Nugroho dan mereka katakan tidak ada rapat besar membahas Papua di Parlemen Inggris. Memang ada tapi itu hanya orolan warung kopi saja antara dua atau tiga orang,” katanya.

Sementara itu di Jayapura, aksi demo yang direncanakan KNPB akhirnya tidak jadi setelah adanya pendekatan persuasif dari pihak kepolisian. (Snrp/you)

Comments are closed.

%d bloggers like this: