Terkait Pelayanan Kesehatan, Australia Berikan Bantuan ke Papua

Jayapura (22/10) — Pemerintah Australia akan memberikan bantuan guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit di Papua, yakni pelayanan untuk akses kesehatan HIV/AIDS

“Saya baru pulang dari Australia, dimana banyak mitra kerja yang ingin membantu pengembangan pelayanan kesehatan di Papua. awalnya kita dibantu dengan pelayanan akses kesehatan dan pelayanan akses HIV/AIDS, tetapi kemarin bertemu mitra,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Josef Rinta kepada wartawan usai menghadiri wisuda sarjana muda ahli madya keperawatan dan kebidanan program khusus RSUD Jayapura, di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin (22/10).

Dia menjelaskan, Pemerintah Australia akan memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Jadi mereka akan melengkapi sarana prasaran dan termasuk akan memberikan pelatihan para manager rumah sakit untuk bagaimana dibekali tentang keterampilan kesehatan.

“Pemerintah Australia akan membantu kita, dana tersebut akan kita gabungkan untuk digunakan pada standar kompetensi seorang pejabat ataupun kepala dinas sehingga  pelayanan berkualitas,” ujarnya.

Kata Josef Rinta, adanya bantuan dari pemerintah Australia mendapat support. Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua akan bekerjasama dengan asosiasi dinas kesehatan Indonesia. Dimana tenaga ahli yang didatangkan untuk memberikan pelatihan managemen kepada tim tingkat kabupaten dengan tujuan untuk meningkatkan semua layanan kesehatan bukan hanya HIV/AIDS.

“Hal ini kita lakukan karena Papua memang masih membutuhkan percepatan pelayanan kesehatan, karena Papua masih tertinggal sehingga apabila kita tidak lakukan percepatan dan kepedulian Papua tidak akan maju,” tandasnya.

Dikatakannya, bantuan dari pemerintah Asutralia, bukan berarti kita menjual Negara kita, tetapi hal ini sebagai bentuk kepedulian dan kenapa tidak di manfaatkan. “Minggu depan, pemerintah Australia akan kembali mengundang saya untuk memberbicarakan mengenai pengembangan pengobatan malaria, dan bukan hanya malaria tetapi semua penyakit,” tuturnya.

Sebelum mengundang pemerintah Papua dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Pemerintah Australia kembali mengundang untuk pengembangan HIV/AIDS di Papua. “Saya akan kembali diundang untuk membicarakan pengobatan malaria, sehingga kita harapkan bagaimana ada keterpaduan program kerja,” tambahnya.

“Yang perlu dilakukan oleh dinas Kesehatan adalah bagaimana tenaga kesehatan yang terbatas kualitasnya dapat tingkatkan dan diaatasi. Dengan demikian adanya adanya bantuan dari Pemerintah Australia perlu disyukuri, karena sudah ada negara yang ingin memberikan perhatian dan bantauan terhadap dinas Kesehatan Papua merupakan pertama kalinya,” katanya. (Jubi/Alex)

Comments are closed.

%d bloggers like this: