Setelah Teroris, Densus 88 Kini Gencar Memburu Para Pengacau Papua (Bag.1)

Setelah Teroris, Densus 88 Kini Gencar Memburu Para Pengacau Papua (Bag.1)
REP | 19 October 2012 | 23:58 Dibaca: 178 Komentar: 5 Nihil

1350665616606973932

Foto : arsipberita.com

Belakangan ini Polda Papua gencar melakukan operasi pemulihan kemanan. Salah satunya adalah menangkap sejumlah petinggi kelompok separatis yang diketahui terlibat dalam serangkaian aksi anarkis yang telah lama meresahkan warga Papua.

Dini hari tadi (Jumat, 19 Oktober 2012) di Timika, lima aktivis KNPB (Komite Nasional Papua Barat / sebuah organisasi pendukung Papua Merdeka) ditangkap. Dihabarkan, mereka disergap aparat kepolisian yang diduga dari Detasemen Khusus (Densus) 88 dan Brimob dengan peralatan senjata lengkap. Ketua KNPB, Victor Yeimo membenarkan aksi penangkapan anggotanya itu.

Sebelumnya, Selasa, 2 Oktober 2012 Polda Papua juga menangkap aktivis KNPB di Pelabuhan Jayapura. Mereka adalah Denny Hisage (26), Yasons Sambom (22), Anike Kogoya (22) dan Feliks Bahabol (23) dan Linus Bahabol (23). Mereka ditangkap di dalam kapal KM Labobar ketika sedang dalam perjalanan menuju Nabire.

Aksi penangkapan terhadap aktivis KNPB juga pernah dilakukan bulan lalu di Timika. Dikhabarkan ada 6 (enam) aktivis yang ditangkap di depan Gereja Ebenheser, Timika pada Sabtu, (23/09/2012) lalu. http://majalahselangkah.com

Masih di bulan September 2012 di Wamena, Polres Lembah Baliem telah menangkap Sekjen KNPB Wilayah Baliem, Janus Wamu (26) bersama tujuh rekannya. Mereka ditangkap pada Sabtu dini hari (29/9/2012) di Sekretariat KNPB Baliem, Wamena. Sekretariat KNPB itu ternyata rumah milik seorang aktivis KNPB bernama Pilemon Elosak, yang setelah digerebek oleh Polisi telah ditemukan dua bom siap ledak serta serbuk bahan peledak dalam 3 kantong plastik hitam, satu buah detonator dari alumunium dan satu bom botol.

Penggerebekan itu terkait aksi peledakan Kantor DPRD Jayawiaya di Wamena tanggal 1 September 2012 serta peledakan Pos Lantas Polres Jayawijaya tiga minggu setelah itu.

Penggeledahan dan penangkapan aktivis KNPB Lembah Baliem itu kontan mendapat reaksi keras dari salah seorang pimpinan tentara OPM yang mengaku sebagai Panglima Kodap I, ‘Kolonel’ David Darko. Melalui ponsel, sang ‘kolonel’ memberikan klarifikasi kepada wartawan di Jayapura, bahwa temuan bom itu hanyalan skenario pihak tertentu yang sengaja mengacaukan perjuangan bangsa Papua Barat.

Menanggapai tudingan OPM itu, Kapolda Papua Irjen Pol Drs M. Tito Karnavian pun angkat bicara. Intinya, tidak benar ada skenario apapun di balik tindakan penggeledahan dan penangkapan orang-orang yang terindikasi terlibat dalam pembuatan bom di Wamena itu. Bahwa polisi bergerak ke TKP setelah ada laporan masyarakat yang merasa terancam oleh aktivitas di sekretariat KNPB itu.

Karo Puspen Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan, bom yang ditemukan di sekretariat KNPB Lembah Baliem itu diduga ditargetkan untuk meledakkan secara serenta di beberapa tempat di Papua. Sasarannya adalah Polres Jayawijaya, Kodim, batalyon, Jembatan Baliem, dan kantor kelurahan di samping kediaman Kapolres Jawijaya di Wamena.

Pjs. Kabid Humas Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya, SIK didampingi Wakil Direktur Reskrim Umum Polda Papua AKBP Parlindungan Silitonga, SIK di Jayapura, Rabu (17/10/2012) mengatakan, KNPB sedang melatih keterampilan merakit bom kepada aktivis KNPB untuk mengganggu ketertiban dan keamanan demi menuntut referendum dan Papua merdeka.

Terkait penggerebekan itu, situs resmi KNPB http://knpbnews.com memberitakan Ketua KNPB wilayah Baliem, Simion Dabi menuding Polisi telah menggiring KNPB menjadi teroris. Tujuh akivis KNPB termasuk Sekjen KNPB Wilayah Baliem, Janus Wamu (26) telah ditangkap secara sewenang-wenang oleh Polisi dari satuan Densus 88 dan Polisi dengan senjata lengkap.

Sebagai bangsa, kondisi ini tidak cukup hanya kita sikapi dengan perasaan prihatin semata, tetapi lebih dari itu perlu ada spirit kebangsaan yang senantiasa kita berikan kepada warga Papua yang cinta damai dan mengidamkan Papua sebagai Zona Damai. *** (Bersambung)

Referensi :

Comments are closed.

%d bloggers like this: