GAYA, SIKAP DAN TINDAKAN MILITER MEMBUAT MASYARAKAT PANIAI JADI TERANCAM TAKUT

GAYA, SIKAP DAN TINDAKAN MILITER MEMBUAT MASYARAKAT PANIAI JADI TERANCAM TAKUT

 

Ilustrasi
Paniai- Sejak mobilisasi Militer Organik (Tni-POlri) dan Non-organik  (Bin, BMP, Bais,) ke beberapa kampung sampai saat ini. Kehidupan masyarakat Paniai hidup dalam tekanan, ancaman dan teror oleh Militer, Paniai dengan gaya, sikap dan tindakan yang tidak beretis alias tidak manusiwi terhadap masyarakat Paniai.
Gaya Militer tertampang gelap dengan cara mengunakan, kepala bertopeng gelap, seluruh anggota tubuh dibungkus gelap habis. Sikap militer yang bergaya mau perang. Pergerangan kaki, pergerangan tangan dengan memegang senjata kemudian jari tangan kanan taru di kontak senjata lalu militer dengan paksa bertanya-tanya kepada masyarakat yang ada bahwa, siapa pelaku Organisasi Papua merdeka disingkat (OPM), dimana tempat OPM, apakah kamu tau kejadian ini.
Dengan keterpaksaan Militer yang begitu drastis, ini membuat masyarakat takut gementar sehingga secara tidak sadar masyarakat menjawab yang tidak benar tidak logis dan jawab tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Masyarakat secara tidak sadar langung tanggapi dan jawab ini bukan karena, mereka harus mau berikan informasi fakta tetapi keterpaksaan minta informasi yang begitu drastis oleh Militer kepada masyarakat yang ada.
Tindakan tidak beretis yang di lakukan oleh oknum Militer kepada masyarakat Paniai dengan cara; Militer menjadikan masyarakat yang tidak berkepentingan sebagai objek informen. sebaliknya, masyarakat salah tanggapi atau salah jawab, Militer secara langsung mengistikma masyarakat yang tidak berapa-apa, ini ditunjuk sebagai pelaku objeknya. Sehinggah militer melakukan tindakan penangkapan dan pemukulan secara ketidak manusiaan kepada masyarakat Paniai, mengjelan dua tahun,  sampai saat ini .
Gejala realitas ini merupakan salah satu tindakan aksi Militer dengan berbagai pirinsipill untuk mencari reaksi kepada orang yang berhak merespon kedapa mereka atas aksi yang berdimensi pirinsipil agar kepetingan dan kebutuhan mereka terjawab. dengan kondisi yang sangat berkotaminasi dan berpotengsi dapat memicu konfilik yang tiada ketemunya titik pennyelesaian.
Maka, diharapkan Pemerintah dan lembaga-lembaga terkait harus perperan sebagai mediator dalam mengendalikan dan menyelesaikan kontroversial yang diciptakan oleh oknum Militer di tengah masyarakat . Karena masyarakat sedang merindukan untuk hidup dalam suasana aman damai dan kondusif.
Pada sadarnya, kehidupan dalam ketenteraman, kenyamanan dan kebebasan adalah dambahaan bagi setiap orang, sekelompok masyarakat, bangsa dan Negara untuk ingin hidup tenteram, nyaman dan bebas adalah nilai-nilai harkat dan martabat yang harus di jujung tinggi dan periolitaskan sebagai modal atau dasar hidup manusia.
Dengan demikian, dimana lembaga Hak Asasi manusia dan lembaga-lembaga terkait yang ada. Diharapkan, harus menegakan keadilan untuk memberikan jaminan hidup bagi setiap orang, sekelompok masyarakat, bangsa dan Negara. Karena, mereka juga rindu, ingin hidup dalam suasana aman damai, tenteram, dan bebas dari segala bentuk ancaman.
Kalau benar, Negara Indonesia punya lembaga Hak Azasi Manusia adalah lembaga yang berwenang menegakkan Azas keadilan, kebenaran dan kejujuran. Maka, harus tegakan yang benar menurut Azas dan aturan yang ada. Karena pada dasarnya, manusia memberikan dan menerima, hak yang sama bagi setiap orang, kelompok, Bangsa dan Negara di hadapan hukum maupun Tuhan dengan berazas atas keadilan dan kebenaran. Kebenaran adalah kekuatan keadilan maka, kebenaran tetap akan membuktikan siapapun, kapanpun dan dimanapun.‘’ I DO LIKE FREEDOM ’’–’’ by’ (Decky G)

Comments are closed.

%d bloggers like this: