Telebe News

www.Telebe.wordpress.com

Monthly Archives: October, 2012

Waket DPD RI La Ode Ida Dianggap Lukai Hati Orang Papua

Waket DPD RI La Ode Ida Dianggap Lukai Hati Orang Papua Jayapura (31/11)—Sekertaris Komisi A DPRP, Yulius Miagoni. Ia menilai apa yang diucapkan Wakil Ketua DPD RI, La Ode Ida yang meminta agar Papua jangan berminpi merdeka telah melukai hati orang Papua. Untuk itu ia meminta La Ode Ida harus minta maaf kepada orang Papua. …

Continue reading

KNPB BUKAN TERORIS

Ilustrasi Timika—Densus 88 dan Brimob sergap dan kembali menangkap 5 Badan Pengurus Komite Nasional Papua Barat [KNPB] dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD), di dua Honai yang berbeda tempata yaitu Bendungan dan Jalan Kesehatan Timika Indah, Timika, (19/10) pukul 05.00 pagi.   “Pantauan, pagi ini, Densus 88 dan satuan Brimob menggunakan 1 Truk, dan Mobil Avansa …

Continue reading

Aksi Damai Yang Tak di hargai.

23 Oktober 2012, dibeberapa wilayah di Papua diwarnai aksi, diantaranya Port Numbay (Jayapura), Manokwari dan Fakfak. Manokwarig trgabung dalam Komite Nasional Papua Barat hari ini, Melakukan aksi demonstrasi mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar segera memberikan Referendum bagi Papua. Info siang ini, Mahasiswa UNIPA sedang melakukan orasi di jalan mereka minta Polisi segera mengeluarkan teman yang …

Continue reading

Aksi Nasional KNPB: Dukung Pertemuan IPWP di Inggris, 11 orang Ditangkap di Manokwari, dan warga Papua Menado Menuntut Referendum

  Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, untuk aksi serentak (Aksi Nasional). oleh  Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dukungan terhadap  pertemuan  International Parlement of  West  Papua  (IPWP) di London.  Sebanyak 11 orang ditangkap pihak Kepolisian di Manokwari dalam unjuk rasa yang digelar massa  di Jalan Gunung Salju Amban, depan Kampus Universitas Papua (Unipa) Manokwari, dan  warga Papua yang …

Continue reading

Demo KNPB di Manokwari, 11 Ditangkap Dua Polisi Terluka

Sinar Papua); Jayapura, (23/10) — Sebanyak 11 orang ditangkap pihak Kepolisian di Manokwari dalam unjuk rasa yang digelar massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Jalan Gunung Salju Amban, depan Kampus Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, Selasa (23/10). Dari data yang diperoleh tabloidjubi.com menyebutkan, selain 11 orang ditangkap dalam aksi demo itu, juga delapan …

Continue reading

Sebby Sambom Minta Perlindungan Internasional

  Jayapura (23/10)—Aktivis HAM Pro Independen Papua Barat, Sebby Sambom merasa terancam oleh dua hal. Menurut Sebby, kedua hal itu, yakni adanya rekamanan video yang isinya Matias Wenda selaku panglima Tentara Revolusi West Papua (TRWP) memerintahkan anak buahnya membunuh dirinya. Juga adanya tindakan pasukan non organik seperti Kopasus, Kostrad, dan Densus 88, yang tak prosedural …

Continue reading

Latest Post Aksi Massa Pro Papua Merdeka di Manokwari Rusuh

Oleh : Gery Setiawan Zona Damai: Berita Siang Metro TV hari ini (Selasa, 23/10/2012) menayangkan demo rusuh di Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat. Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) turun ke jalan dan bentrok dengan aparat kepolisian. Aparat Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan berkali-kali untuk membubarkan aksi massa yang sudah …

Continue reading

PAPUA MERDEKA FREE WEST PAPUA

PAPUA MERDEKA FREE WEST PAPUA KEBEBASAN BANGSA PAPUA “Ini bukan hal yang baru, itu bukan cerita baru, kita telah dibunuh oleh mereka – banyak tua kita telah dibunuh oleh Indonesia. “Tapi kami akan berjuang untuk kebebasan karena jika bukan aku, siapa? Ada cara – kita akan berjuang, kami akan berjuang atau kita akan hilang dari …

Continue reading

INDONESIASUDAH MULAI TAKUT

ketakutan indonesia jika papua merdeka 1.papua akan menjadi negara penghasil papeda dan betatas terbesar di dunia… 2.papua akan menjadi negara yang kaya hasil pertanian… 3.papua menjadi negara yang memberikan panutan dan contoh bagi negara miskin dan berkembang untuk maju… 4.rakyat papua hidup damai dan sejahtera… 5.kemungkinan papua dapat menghasilkan sumber daya manusia yang bagus serta …

Continue reading

West Papua National Committee Actions In Prevent By Police / Army In Housing In Waena

KNPBnews WEST PAPUA NATIONAL COMMITTEE DOMESTIC MEDIA West Papua National Committee Actions In Prevent By Police / Army In Housing In Waena In order to support ILWP / IPWP in the UK On this day the meeting held on 10.23.2012 for the rare early self-determination in mediation Nasip by Parlementariat International Foor West Papua (IPWP) …

Continue reading

Aksi Komite Nasional Papua Barat Di Hadang Oleh POLRI/TNI Di Perumnas Di Waena

KNPBnews KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT MEDIA DALAM NEGERI Aksi Komite Nasional Papua Barat Di Hadang Oleh POLRI/TNI Di Perumnas Di Waena Dalam rangka mendukungnya ILWP/IPWP di Inggris Pada hari ini tanggal 23/10/2012 adakan pertemuan untuk langka awal penentuan nasip sendiri yang di mediasi oleh Parlementariat International Foor West Papua (IPWP) Di Gedung Parlement Inggris, KNPB …

Continue reading

BUKTAR TABUNI. BOIKOT PEMILIHAN GUBERNUR PAPUA 2013

BUKTAR TABUNI. BOIKOT PEMILIHAN GUBERNUR PAPUA 2013 Hak hidup masyarakat asli Papua terancam punah, pelanggaran HAM terhadap orang Papua yang dilakukan oleh TNI/POLRI tidak pernah dituntaskan, pembunuhan kilat dengan moncong senjata terus meningkat, ekonomi kerakyatan di seluruh Papua di kuasai orag luar Papua, pembolokiran ruang demokrasi terus terjadi, penahan, penangkapan dan penyiksaan terhadap orang asli …

Continue reading

NFRPB Minta Dokumen yang Diamankan Dikembalikan

NFRPB Minta Dokumen yang Diamankan Dikembalikan   Sekretaris Peringatan KRP III, Elly Sarwer (kanan) didampingi Hendrik Yarisetouw yang baru dibebaskan oleh Polda Papua, dalam memberikan keterangan pers kepada wartawan di Sekretariat DAP, Senin, (21/10) JAYAPURA – Penangkapan terhadap 5 orang pada peringatan Pemulihan Deklarasi Kemerdekaan Negara Federasi Repoblik Papua Barat (NFRPB) atau peringatan Kongres Rakyat …

Continue reading

Kapolda Ajak Media Jalin Kerjasama

Kapolda Ajak Media Jalin Kerjasama Kapolda Papua, Irjen Pol. Tito Karnavian, Wakapolda Papua, Brigjen Pol.Paulus Waterpauw, dan sejumlah perwira Polda Papua saat bersilahturahmi dengan Pimpinan Umum Harian Bintang Papua, Edwin B. Fonataba,SE, Pimpinan Redaksi Harian Bintang Papua, Daud Sonny, Manager Iklan Pemasaran dan Pengembangan Usaha, Kiki M. Hambali, di Kantor Harian Bintang Papua, Senin, (22/10). …

Continue reading

Demo Dukung Pertemuan IPWP di Inggris Diawasi

Demo Dukung Pertemuan IPWP di Inggris Diawasi Kapolres: 600 Personel Polri Dilibatkan  untuk Pengamanan   JAYAPURA—Permohonan ijin Komite Nasional Papua Barat  (KNPB) untuk menggelar demo  sebagai bentuk dukungan terhadap  pertemuan  International Parlement of  West  Papua  (IPWP) di London, Inggris, di  Taman Imbi, Selasa (23/10), hari ini ternyata tidak mendapatkan restu dari pihak kepolisian.   Pasalnya, polisi …

Continue reading

2 Orang Resmi Terduga Teroris

POSO – Polisi memastikan bahwa dua orang tak beridentitas  S (24) dan A (23), yang ditangkap saat razia di Keluarahan Madale, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi tengah, Jumat lalu (19/10), posisif sebagai terduga teroris. Namun soal dimana keterlibatan keduanya dalam aksi terorisme belum diketahui. Guna kepentingan penyelidikan  lebih lanjut, S dan A sudah dibawa …

Continue reading

The Shadow

Originally posted on Masedlolur Gpred:
 

Continue reading

ELSHAM Papua Bukan Organisasi Separatis

  JUBI — Jika selama ini ada tudingan bahwa Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) Papua, bekerja untuk kepentingan tertentu seperti membantu perjuangan Papua Merdeka, maka hal tersebut tidaklah benar. “ELSHAM Papua bukan organisasi separatis, sebab kami bekerja untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan di Tanah Papua,” kata Direktur ELSHAM Papua, Ferry Marisan di …

Continue reading

Di Paniai, 200 Rumah Terendam Air Akibat Banjir

ayapura (22/10) — Sebanyak 200 rumah terendam air akibat banjir bandang setinggi 1,5 meter. Ini akibat Danau Enarotali, Kabupaten Paniai meluap, setelah hujan lebat mengguyur daerah itu, pada pukul 22.00 WIT, Minggu (21/10) malam. Hingga saat ini, kondisi kota, terutama jalan-jalan masih terendam air.   “Hampir setiap tahun kasus ini terjadi. Untuk itu, saya bisa …

Continue reading

Sabami: TNI Jangan Asal Bangun Kodam

JUBI — Anike T.H Sabami, anggota Majelis Rakyat Papua perwakilan Manokwari dan Sorong Selatan menyatakan, rencana pembangunan Kodam baru oleh Tentara Nasional Indonesia di Manokwari perlu direstui Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham O. Ataruri. Menurutnya, pembentukan Kodam juga harus memperhatikan undang-undang Otsus yang sementara berlaku di Papua. “Jangan semena-mena membangun pos dimana-mana di Papua,” ujarnya, …

Continue reading

Di Paniai, 200 Rumah Terendam Air Akibat Banjir

Jayapura (22/10) — Sebanyak 200 rumah terendam air akibat banjir bandang setinggi 1,5 meter. Ini akibat Danau Enarotali, Kabupaten Paniai meluap, setelah hujan lebat mengguyur daerah itu, pada pukul 22.00 WIT, Minggu (21/10) malam. Hingga saat ini, kondisi kota, terutama jalan-jalan masih terendam air.   “Hampir setiap tahun kasus ini terjadi. Untuk itu, saya bisa …

Continue reading

Terkait Pelayanan Kesehatan, Australia Berikan Bantuan ke Papua

Jayapura (22/10) — Pemerintah Australia akan memberikan bantuan guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit di Papua, yakni pelayanan untuk akses kesehatan HIV/AIDS “Saya baru pulang dari Australia, dimana banyak mitra kerja yang ingin membantu pengembangan pelayanan kesehatan di Papua. awalnya kita dibantu dengan pelayanan akses kesehatan dan pelayanan akses HIV/AIDS, tetapi kemarin …

Continue reading

Man / Forest

Continue reading

Dan Rather’s questions for Romney and Obama

Originally posted on CNN Newsroom:
CNN’s Brooke Baldwin talks to journalist Dan Rather about the final presidential debate.

Continue reading

TIME’s Presidential Debate Drinking Game: Last Call

Originally posted on NewsFeed:
Happy Monday debate night! Of all nights of the week, this is probably the one on which you shouldn’t be playing drinking games, but it’s the last presidential debate, so we say there’s no better time to enjoy some refreshment amid the rhetoric. For us at TIME, it’s the last presidential…

Continue reading

PRD Wilayah Merauke Dukung Pertemuan Parlemen di Inggris

PRD Wilayah Merauke Dukung Pertemuan Parlemen di Inggris Merauke – Kelompok yang menamakan diri Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Merauke akan melaksanakan kegiatan yang rencananya digelar Selasa (23/10) besok. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk ibadah tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap pertemuan yang akan dilaksanakan oleh parlemen-parlemen internasional di Inggris hari dan tanggal tersebut. “Kami sebagai …

Continue reading

Syarat Calon Gubernur Papua Pakai UU Otsus Papua, Bukan UU Pemda

Opini   Syarat Calon Gubernur Papua Pakai UU Otsus Papua, Bukan UU Pemda Albert RYP Prawar terhenyak di tempat duduknya. Ketua Koalisi Pemuda Mahasiswa Peduli Konstitusi di Tanah Papua itu terhenyak bukan karena tersengat listrik atau dikagetkan oleh seseorang atau sesuatu yang mengagetkan, melainkan karena dia seolah tak percaya dengan apa yang barusan dilihat dan …

Continue reading

Syarat Calon Gubernur Papua Pakai UU Otsus Papua, Bukan UU Pemda

Giliran di Timika, Ditemukan Bahan  Peledak, 2 Ditangkap   I Gede Sumerta Jaya JAYAPURA—Setelah  Wamena  dihebohkan  aksi  teror  bom beberapa waktu lalu. Kini  aksi yang  sama mengguncang  Timika, Ibukota  Mimika. Pasalnya, aparat  Polres  Mimika kembali  menemukan  Bahan  Peledak  (Handak)  yang masih  dalam bentuk bongkahan atau  belum dihaluskan  dengan berat  1,6  Kg dan   bahan  serbuk berwarna …

Continue reading

Pelaku Penikaman Mahasiswa Papua di Bandung Diciduk

Pelaku Penikaman Mahasiswa Papua di Bandung Diciduk Sekda:  Itu Kemungkinan Karena Mabuk   drh. Constan Karma Bandung – Polisi menangkap seorang pria yang diduga pelaku penusukan hingga menewaskan seorang pemuda asal Papua di sebuah asrama mahasiswa di Jalan Cilaki Kota Bandung. “Seorang pelaku sudah ditangkap dan dimintai keterangan di Satreskrim Polrestabes Bandung, tersangka ditangkap tidak …

Continue reading

Dokumen NFRPB yang Ditemukan Didalami Kapolres: 5 Orang yang Diamankan Hanya Ikut-ikutan

Dokumen NFRPB yang Ditemukan Didalami Kapolres: 5 Orang yang Diamankan Hanya Ikut-ikutan Tampak aparat kepolisian melakukan sweeping di pertigaan Genyem-Sentani-Doyo Jumat (19/10) . Dalam razia tersebut lima orang berhasil diamankan yang pada akhirnya dilepas kembali karena terbukti mereka hanya ikut-ikutan saja dalam peringatan KRP III. Tampak aparat kepolisian melakukan sweeping di pertigaan Genyem-Sentani-Doyo Jumat (19/10) …

Continue reading

Freeport McMoRan And Human Rights Violations In West Papua

Freeport McMoRan And Human Rights Violations In West Papua Richard Oppel’s view (Austin American-Statesman, 2.4.96) that charges against Freeport McMoRan for human rights violations in West Papua* “appear to be no longer an issue” seems to be based on an argument which is subject to several objections and a troubling, unstated assumption whose explicit consideration …

Continue reading

papua

NOT going to get enough to remind us that despite our concern for the bad luck that befell across any nation, we have a problem in this country alone. Papua is a homework issue that demands our attention in order to solve it properly. The last days of this, our concern for our area is …

Continue reading

CARA PEMBUNUHAN LEWAT SEKS BEBAS DI PAPUA SEJAK PAPUA MASUK DI INDONESIA

NFO NEWS : HIMBAWAN KEPADA SELURUH WARGA PAPUA DIMANA PUN BERADA DAN SELURUH PENGUNA FB, BAHWA MOHON JANGAN BERHUBUNGAN DENGAN SEMBARANGAN KARENA Berdasarkan pengakuan dari salah seorang pekerja seks komersial (PSK) setelah dilakukan pemeriksaan DAN WAWANCARA jika saat melakukan hubungan badan dengan lawan jenisnya KHUSUSNYA BAGI PAPUA KAMI SELALU MELAKUKAN , ujung kondom dipotong ATAU …

Continue reading

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan di Jalan Cilaki

Bandung – Polisi berhasil menangkap seorang pelaku yang menusuk dua korban di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Cilaki No.59, Kota Bandung, Jumat (19/10/2012). Akibat kejadian itu, satu korban tewas dan seorang lagi terluka. Korban tewas yakni Yusuf Badi, dan korban luka yaitu Zhakarias Thesia (sebelumnya tertulis Ilyas). Kedua pria tersebut mengalami luka tusuk senjata tajam. Yusuf …

Continue reading

Setelah Teroris, Densus 88 Kini Gencar Memburu Para Pengacau Papua (Bag.1)

Setelah Teroris, Densus 88 Kini Gencar Memburu Para Pengacau Papua (Bag.1) REP | 19 October 2012 | 23:58 Dibaca: 178 Komentar: 5 Nihil 1350665616606973932 Foto : arsipberita.com Belakangan ini Polda Papua gencar melakukan operasi pemulihan kemanan. Salah satunya adalah menangkap sejumlah petinggi kelompok separatis yang diketahui terlibat dalam serangkaian aksi anarkis yang telah lama meresahkan …

Continue reading

Tolak RUU Kamnas, HMI Siap Turun ke Jalan

Tolak RUU Kamnas, HMI Siap Turun ke Jalan   JAKARTA – Penolakan atas Rancangan Undang-undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) di kalangan mahasiswa makin meluas. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) termasuk dalam barisan mahasiswa yang secara tegas menolak RUU usulan pemerintah itu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB HMI, Rizal Akbar Tanjung menyatakan bahwa pihaknya sudah menetapkan status “siaga …

Continue reading

RAKYAT PAPUA, KHUSUSNYA ORANG ASLI MENJADI PENONTON DI ERA OTONOMI KHUSUS

Continue reading

Aksi Damai 23 Oktober 2012: Semua Harus Rasional Saturday, 20-10-2012 20:23:00 Oleh MAJALAH SELANGKAH Telah Dibaca 40 kali Oleh Topilus B. Tebai*) Setelah masalah politik Papua ‘diam’ untuk beberapa saat, memasuki tahun 2010, masalah itu seakan bangkit kembali. Orang Papua, Sorong sampai Merauke mulai bergabung dan merapatkan barisan dalam wadah-wadah organisasi yang ada, yang memperjuangakan hak dasar orang Papua, yakni hak akan penentuan nasib sendiri (self determination). Dari sekian banyak organisasi perjuangan kemerdekaan itu, ada dua organisasi yang paling berpengaruh dalam memperjuangkan self determination bagi orang Papua, yakni Dewan Adat Papua (DAP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Kedua organisasi ini sangat berpengaruh dan memunyai hubungan yang baik dengan masyarakat Papua. Tahun 2011, Dewan Adat Papua menyelenggarakan Kongres Rakyat Papua III (KRP III), dan menghasilkan beberapa keputusan, antara lain, pemilihan dan pengangkatan Forkorus Yaboisembut, S.Pd sebagai peresiden negara Federasi West Papua. Pemilihan ini lengkap dengan pembentukan pengurus kenegaraan lain di bawahnya. Namun, acara KRP III berakhir ricuh, lantaran gabungan aparat keamanan RI yang ada di tanah Papua masuk, dan memunuh, menyiksa, memukul, dan menangkap paksa orang-orang yang terlibat dalam KRP III tersebut. Hal ini berujung pada penahanan presiden Negara Federasi West Papua, Forkorus Yaboisembut, S. Pd. Seiring penangkapan itu, awalnya sebagian masyarakat Papua antusias menanggapi hasil KRP III. Namun, Dewan Adat Papua, yang mendalangi KRP III tidak dapat meneruskan aksi mereka lebih lanjut, karena aparat gabungan telah terlebih dahulu menahan pemimpin-pemimpin bangsa Papua, sehingga tidak ada leader yang mampu mengorganisir masyarakat Papua. Hasil KRP III disambut kontraversional oleh Khalayak umum. KNPB menyatakan tidak bergabung dalam KRP III. KNPB hanya mengedepankan satu tuntutan yang menjadi target perjuangan mereka, mewakili suara masyarakat terjajah di bumi Papua, yakni sampai kepada Referendum secara bermartabat, jujur dan yang menghargai HAM, tidak seperti Pepera 1969 yang sangat cacat Hukum dan HAM, serta penuh rekayasa itu. KNPB Jadi Wadah Aspirasi OAP Komite Nasional Papua Barat (KNPB) akhir 2011 sampai kini muncul menjadi salah satu kekuatan menakutkan bagi NKRI. Ia semakin gencar menyuarakan, dan berjuang untuk tercapainya satu tuntutan: Referendum bagi bangsa Papua. Dengan semboyannya; “Lawan! Kita Harus Mengakhiri Sejarah Penderitaan Ini,” KNPB terus mengutamakan pengorganisasian, dan upaya mempersatukan seluruh rakyat Papua ke dalam satu wadah perjuangan. Dan sejauh ini, KNPB telah cukup berhasil. Pastinya, melihat perkembangan seperti ini, negara RI pasti sudah ‘keringat dingin’. Karena kebenaran sejarah telah mencatat, bahwa benar Pepera 1969 itu penuh rekayasa dan intimidasi RI, demi kepentingan ekonomi. Oleh karenanya, sebagaimana biasa seorang yang normal, pastinya seseorang tidak ingin melihat lawan yang dihadapinya semakin kuat, dan semakin besar, untuk melawan dan mengalahkan dirinya. Pastinya, akan ada cara-cara perlawanan yang dilakukan RI untuk meredam aksi orang Papua dalam wadah KNPB yang semakin gencar itu. Sementara itu, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dibawah pimpinan Buchtar Tabuni mengeluarkan sebuah keputusan yang mengguncang khalayak, dengan mengatakan bahwa mewaliki rakyar bangsa Papua, PNWP menyatakan status Indonesia di tanah Papua Barat adalah penjajah dan illegal. Pada konferensi itu pula, diputuskanlah beberapa keputusan penting, yang tentunya membuat RI semakin ’panas dingin’ adalah dengan pengangkatan Beny Wenda di Ingris, sebagai koordinaor Diplomasi Internasional bagi self determination for west Papua. Pada awal tahun 2012, masalah Papua mulai dilirik duni internasional, walau ada pembatasan ruang gerak dan masuknya wartawan asing ke tanah Papua oleh militer Indonesia, yang terkesan ingin menutupi segala pelanggaran HAM, dan permainan mereka di the Land Of The Morning Star, agar tidak diketahui oleh pihak luar. Media Australia sempat mewawancarai ketua KNPB, Fictor Yeimo. Sementara Penlu PNG telah menyatakan suara hatinya, yang menyayangkan berbagai bentuk pennindasan terhadap bangsa Papua di tanah Papua Barat oleh RI. Dukungan Internasional mulai nampak, juga dengan pembentukan IPWP dan ILWP yang dipakarsai oleh Beny Wenda di Inggris. Semua ini membuat semangat perjuangan bangsa Papua mulai tumbuh, berkembang, dan mulai meluas. Semangat revolusi mulai bangkit. Teror Pembunuhan dan label ‘OTK’ Sejak bulam April, Mei, hinggal Juni, Jayapura khususnya, dan daerah-daerah lain, mulai muncul banyak pemubunuhan. Namun, nyaris semua pembunuhan tersebut tidak dapat diidentivikasi dan diklarifikasi, siapa pelaku pembunuhan itu. Hingga tanggal 13 Juni, pembunuh misterius yang telah banyak meminta korban itu masih dinamai aparat kemanan RI di Papua, OTK, alias Orang Tak Dikenal. Banyak pihak menyayangkan pelabelan OTK pada pelaku tentetan pemubuhan itu oleh aparat keamanan RI di Papua, karena mereka tahu, di Papua ada banyak seatuan keamanan. Mulai dari Brimob, TNI, BIN, Polri, Densus 88, dan lainnya. Mangapa aparat keamanan yang begitu banyak itu tidak mampu mengungkap siapa OTK tersebut, padahal terjadinya di kota yang tidak luas seperti Jayapura, dibanding Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. Mengapa pelaku teror bom, sindikat Narkoba di luar Papua dapat diungkap dengan cepat, tetapi di Papua tidak? Menjadi sebuah tanda tanya besar bagi semua orang: ada apa dibalik semua itu? Puncaknya, 14 Juni. Pelanggaran HAM berat kembali terjadi di Papua. Dari jarak yang dekat, Mako Tabuni, aktivis KNPB diberondong peluru setelah disergap oleh gabungan aparat keamanan di Papua. Ia meinggal. Dan kematian orang nomor dua di KNPB yang semakin meningkatkan intensitas perlawanannya ini rupanya akhir label OTK untuk sementara waktu. Menurut Aparat keamanan, di sakunya ditemukan pistol dan peluru. Dan Mako Tabuni yang telah lebih dahulu meregang nyawa akibat dibunuh Aparat sendiri dituduh sebagai pelaku rentetan penembakan itu. Bagimana dengan penembakan aparat terhadap Mako Tabuni? Akh, tampaknya itu seperti lazim bagi mereak, para pembunuh. Papua memang telah disulap mereka jadi tanah pelanggaran HAM orang Papua. Setelahnya, Bunchtar Tabuni ditangkap di jalanan tanpa surat penangkapan, dan divonis 8 bulan penjara, sebagai hukuman atas pemecahan kaca jendela Lapas Abepura 2 tahun yang silam. Dialog Damai Dialog Damai yang diusung Jaringan Damai Papua (JDP) pimpinan pater Dr. Neles Tebay, Pr masih diperjuangkan. Namun, Jakarta tidak memberi kepastian, bahkan cenderung diam, dan terlihat masih memilih jalan kekerasan, dengan menambah jumlah pasukan di Papua, dan menganti Polda Papua yang berasal dari kesatuan Densus 88. Sebuah realita yang yang jauh dari indahnya pidato SBY. Pidatonya hanya sebatas di bibir. Kepercayaan orang Papua terhadap SBY dan RI sudah semakin kecil. Indikasi Pengkriminalisasian Perjuangan Orang Papua Tanggal 3 September 2012 lalu, secara resmi Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Tito Karnavian, Ph.D diangkat menjadi Kapolda Papua menggantikan Irjen Pol Bigman Lumban Tobing. Serah Terima Jabatan dilangsungkan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jumat, 21 September 2012. Melihat latar belakang Tito, banyak pihak sinis, mengapa yang menjadi Kapolda harus dari latar belakang densus 88? Padahal, selama ini tidak ada aksi terorisme yang ada hubungannya dengan pasukan Densus 88 di Papua. Namun, ada beberapa perkembangan penting yang terjadi setelahnya. Pada hari pengangkatan, di Wamena, sebuah bom meledak. Itu adalah bom pertama yang meledak di bumi Papua. Dilanjutkan lagi dengan penyisiran dan penemuan bom oleh polisi di kantor KNPB di Wamena. Setelah itu, kita mendengar banyak isu yang digembar-gemborkan oleh aparat keanaman, yang mengatakan, konfrensi tingkat tinggi KNPB (KTT KNPB) lalu adalah juga adalah acara pembekalan perakitan bom bagi anggota KNPB. Berdasarkan tundingan itu, aparat sudah mulai gencar memburu anggota KNPB. Banyak anggota KNPB ditangkap. Ada yang ditanggkap di Wamena, ada yang di Timika, ada juga yang di pelabuhan Jayapura. Yang menarik adalah, bahwa segera sesudah Irjen Tito Karnavian diangkat menjadi kapolda, muncul isu baru, teror bom, yang dialamatkan militer RI kepada KNPB. KNPB membantah pernyataan aparat tersebut. Bahkan Wim Mendlama, juru bicara KNPB mempertanyakan, sejak kapan KNPB latihan merakit bom? Lebih lanjut, juru bicara KNPB ini menjelaskan, bahwa semuanya itu adalah gerakan dan upaya mengkriminalisasi upaya perjuangan menuju referendum yang semakin menguat itu. Yang jelas, setelah Irjen Tito Karnavian jadi Kapolda, KNPB yang semakin kuat dan padu, semakin gencar pula dihujani oleh aparat keamanan RI sebagai penebar dan pemasok bom di tanah Papua. Bila dugaan aparat RI itu bohong, Ada apa dibalik itu? Karena kita tahu, KNPB bukan teroris. Orang Papua bukan teroris. Apakah untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap gerakan perjuangan menjuru referendum yang diusung KNPB? Aksi Damai 23 Oktober: Semua Harus Rasional Bila aksi damai yang dikomandoi KNPB, dibawah koordinator Fictor Yeimo, Koordinator Umum KNPB berhasil, maka kemungkinan besar dunia akan mengetahui, bahwa sesungguhnya orang Papua mendukung peninjauan kembali Pepera 1969 yang cacat dan direkayasa RI untuk kepentingan ekonominya tersebut. Dan tentunya, hal ini akan menguntungkan perjuangan rakyat Papua mennuju pembebasan. Sementara itu, aparat RI yang dalam hal ini menjadi lawan daripada pencapaian tujuan aksi damai juga tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan berusaha menggagalkan aksi damai tersebut dengan berbagai cara. Ingat, Theys Eluay dibunuh ketika orang Papua sudah sangat bersemangat sehabis Kongres Rakyat Papua II, dan menantikan tanggal 1 Desember 2001 dengan semangat kemerdekaan yang membara. Ingat pula ketika KNPB semakin kuat, terjadi banyak penangkapan, pembunuhan oleh OTK, yang akhirnya oleh aparat, dialamatkan kepada Mako Tabuni yang sebelumnya telah mereka bunuh. Ingat juga, bahwa sejak KNPB menggalakkan aksi damai, terjadi banyak penangkapan anggota KNPB daerah, seperti di Timika, dan di Wamena. Ingat juga, akan bahaya teror Bom yang dialamatkan kepada KNPB. Semua itu bisa saja merupakan upaya menggagalkan tercapainya tujuan daripada demo damai tanggal 23 Oktober. Daripada itu semua, maka rasionalitas berpikir haruslah menjadi utama bagi orang Papua, terutama selama persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pergerakan selanjutnya. Patuhi aturan main yang telah ditetapkan penanggungjawab Aksi damai. Telah disebutkan dalam seruan aksi damai KNPB, bahwa perangkat rencana aksi damai ini adalah Spanduk, Brosur, Baleho, dan Hiasan Budaya. melarang membawa alat tajam dan bendera Bintang Kejora. Aksi demo damai akan digelar pukul 08.00 WIT. Aksi damai akan dipusatkan di depan kantor DPRP, Taman Imbi di Jayapura. Kata dia, rute aksi wilayah Tabi dan Jayapura adalah Sentani-Expo-Abe-Entrop-Taman Imbi. Titik kumpul rencana aksi ini untuk wilayah Genyem, Maribu, Doyo dan Sentani di Makam Theys H. Eluay; wilayah Perumnas 3,2,1, Buper dan Yoka di Expo Waena; wilayah Arso, Abe Pante, Nafri, Yotefa, Kamkey, Kota Raja, dan Padang Bulan di depan Kantor Pos; wilayah Entrop, Polimak, Hamadi, dan Argapura di depan PTC; wilayah Angkasa, Dok 5,4,2,9, Aryoko dan sekitarnya di Taman Imbi Jayapura. Juga si seluruh tanah Papua. Aksi damai itu akan digelar sebagai bentuk dukungan seluruh rakyat di Papua kepada Parlemen Internasional untuk Papua Barat yang tergabung dalam International Parlementarians for West Papua (IPWP) yang akan menggelar pertemuan di ruang Komite 16, gedung Parlemen London, Inggris pada tanggal 23 Oktober 2012, pukul 06.00 s.d. 20.00 waktu Inggris. Orang Papua yang tergabung dalam Aksi Damai harus tenang, dan tetap rasional. Jangan sampai ada hal-hal di luar perintah penanggungjawab aksi terjadi. Itu akan memberi celah bagi Aparat RI seperti adatnya mereka untuk menghancurkan dan mengacaukan aksi, sehingga tujuan aksi damai tidak tercapai. Penulis yakin, akan ada aksi tambahan selain penangkapan yang terjadi saat ini untuk anggota KNPB dan lainnya pada rentang waktu Minggu 21 Oktober, dan Senin 22 Oktober mendaang. Oleh karenanya, rasionalitas berpikir haruslah yang utama.[] *) Penulis adalah mahasiswa Papua, Kuliah di Yogyakarta

Aksi Damai 23 Oktober 2012: Semua Harus Rasional Saturday, 20-10-2012 20:23:00 Oleh MAJALAH SELANGKAH Telah Dibaca 40 kali Oleh Topilus B. Tebai*) Setelah masalah politik Papua ‘diam’ untuk beberapa saat, memasuki tahun 2010, masalah itu seakan bangkit kembali. Orang Papua, Sorong sampai Merauke mulai bergabung dan merapatkan barisan dalam wadah-wadah organisasi yang ada, yang memperjuangakan …

Continue reading

Warning KRP III: In Sentani 5 People Secured In Manokwari 4 ‘BK’ Deprived

Warning KRP III: In Sentani 5 People Secured In Manokwari 4 ‘BK’ Deprived https://netarumtelebe.wordpress.com/wp-admin/edit-tags.php?taxonomy=category Papuans mass incorporated in West Papua National Authority (WPNA) during a demonstration in Manokwari Friday (19/10) yesterday, there are several of them wore Kejora.SENTANI star-worship convening Plan KRP thanks for the warning (Papuan People’s Congress) III in Field Theys Eluay, Sentani, …

Continue reading

OTSUS GAGAL IMPLEMENTASI, POS MILITER BERTAMBAH DI PAPUA

OTSUS GAGAL IMPLEMENTASI, POS MILITER BERTAMBAH DI PAPUA Dialog Jakarta-Papua, Kolonial di Papua, Opini Perubahan No comments YOGYAKARTA. TIMIPOTU NEWS. Begitu Indonesia gagal implementasikan otonomi khusus Papua, Indonesia mulai membuka pos-pos militer di antara rumah-rumah masyarakat lebih khususnya di Papua. Militer Indonesia dengan seenaknya membuka pos-pos militernya di celah-celah pendudukan rakyat Papua. Hampir setiap daerah …

Continue reading

IBU, NYONYA DAN NONA PAPUA, HATI-HATI DENGAN LIPSTIK BERACUN

IBU, NYONYA DAN NONA PAPUA, HATI-HATI DENGAN LIPSTIK BERACUN TIMIPOTU NEWS, Wegamo Voice – Liputan hari ini (26/08/12): Menyimak tayangan dari reportase investigasi kasus pada sebuah tayangan Tras TV menayangkan sebuah kisah nyata tentang seorang pegusaha pembuat lipstik beracun. Setidaknya dilaporkan ada 5 bahan pencampur berbahaya yang dibuat lipstik berbagai merek, yakni: boraks, kapur tembok, …

Continue reading

Di Sentani 5 Orang Diamankan Di Manokwari 4 ‘BK’ Dirampas

Peringatan KRP III : Di Sentani 5 Orang Diamankan Di Manokwari 4 ‘BK’ Dirampas   SENTANI— Rencana digelarnya ibadah syukur atas peringatan KRP (Kongres Rakyat Papua) III di Lapangan Theys Eluay, Sentani, Jumat (19/10) gagal dilaksanakan. Meski batal dilaksanakan,  petugas sempat  mengamankan  5 orang yang diduga membawa dokumen rahasia, senjata tajam dan KTA (Kartu Tanda …

Continue reading

Usulan Pemekaran Dinilai Tak Murni Lagi

Usulan Pemekaran Dinilai Tak Murni Lagi Jayapura – Euforia pemekaran terus berlanjut, meski ada yang setuju dan ada yang menolak. Fenomena yang berkembang kemudian, awalnya bersikap menolak malah akhirnya menyetujui, bahkan terkesan menjadi pelopor. Tentu hal ini menyisahkan pertanyaan, apalagi Papua sedang dalam proses tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Pemekaran untuk siapa? Partai Gerindra …

Continue reading

BUPATI BARU KABUPATEN PANIAI HARUS MENJADI AGEN RESTORASI

BUPATI BARU KABUPATEN PANIAI HARUS MENJADI AGEN RESTORASI Paniai, TIMIPOTU NEWS — Restorasi bermula sebagai gerakan perubahan untuk memperbaiki kondisi kehidupan Bumi, Manusia serta segala bentuk isinya adalah potensi terbesar yang dikaruniakan oleh Allah pencipta sebagai kemuliaan hidup bagi masyarakat paniai untuk dikelola, diberdaya dikembangkan serta dipotensialiasasikan guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. Maka kenikmatannya dapat …

Continue reading

Lakukan Operasi Terhadap Aktivis Papua, Indonesia Telah Langgar Konstitusi Negara

  Opini – UUD 1945 merupakan Konstitusi negara Indonesia yang menjadi dasar berdirinya Indonesia itu sendiri, namun apa jadinya jika Pemerintah Indonesia sendiri melanggar dan tidak pernah mau melaksanakan apa yang tercantum dalam UUD 1945 itu sendiri ? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa didalam UUD 1945 menjamin kebebasan berekspresi dan berpendapat tanpa perlu ada …

Continue reading

Papua Merdeka Bukan Tameng Bagi Elit Koruptor

MANOKWARI – Ketua Dewan Adat Wilayah III Kepala Burung  Mnukwari Barnabas Mandacan menyatakan, elit Papua yang duduk di jajaran birokasi maupun  yang berkecimpung di dunia politik, dan terindikasi melakukan tindak pidana korupsi harus dihukum sesuai aturan yang berlaku. Ia mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak perlu takut melaksanakan tugas dalam mengusut dan menangkap para koruptor …

Continue reading

INDONESIA BANGUN CUMA DI KOTA DAN KABUPATEN SAJA

HAmpir 50 tahun indonesia indonesia tidak  bangun papua dengan baik tapi mereka dastang cari makan di tanah papua, contohnya di kampung-kampung masih tinggal terlantar macam tidak punya negara …….

Continue reading

Ada 3.315 Penderita HIV-AIDS di Papua Barat

Ilustrasi HIV-AIDS Manokwari (23/9) — Penderita penyakit HIV-AIDS di Papua Barat paling tinggi. Sedikitnya, 3.315 warga disejumlah perkampungan yang ada di Provinsi ini mengidap penyakit yang belum ditemukan obatnya itu. Pendeta Lois Atiloporu mengatakan, total penderita penyakit HIV-AIDS di Provinsi Papua Barat berjumlah 3.15 orang. Dari jumlah itu, penderita HIV berjumlah 1.976 orang, AIDS sebanyak …

Continue reading

Dinamika Politik Penjajahan di Papua Barat

Dinamika Politik Penjajahan di Papua Barat Ilustrasi (Grafis Jubi) Oleh : Rinto Kogoya “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” (Alinea Pertama Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia) Tuntutan rakyat Papua untuk merdeka dan …

Continue reading

Paradoks Separatisme dan Realitas Kemiskinan Struktural dan Permanen Penduduk Asli Papua

Paradoks Separatisme dan Realitas Kemiskinan Struktural dan Permanen Penduduk Asli Papua Oleh : Socratez Sofyan Yoman “Adalah logis Indonesia menjadi Negara gagal karena sejak penyerahan kedaulatan nasional dari Belanda ke Indonesia tidak pernah ada usaha kolektif berupa pembangunan nasional yang sistematik, koheren, konsisten, terarah, dan kontinu. Yang selama ini dilakukan oleh penguasa Negara silih berganti …

Continue reading

Lebih Baik Pihak Asing Bangun Papua

Jayapura (12/10)—Janji-janji muluk pemerintah Indonesia melahirkan ketidakpercayaan masyarakat. Masyarakat lebih percaya lembaga asing mampu mengatasi persoalan mereka dibanding lembaga pemerintah Indonesia. Masyarakat menganggap lembaga asing lebih peduli dibanding pemerintah Indonesia.   Hal itu terungkap pada pelatihan dan sosialisasi program Komunikasi Independen Kesejateraan Rakyat (KIPRa) Papua yang bermitra dengan Oxfam Papua, membangun dan memperkuat ketangguhan masyarakat …

Continue reading

GAYA, SIKAP DAN TINDAKAN MILITER MEMBUAT MASYARAKAT PANIAI JADI TERANCAM TAKUT

GAYA, SIKAP DAN TINDAKAN MILITER MEMBUAT MASYARAKAT PANIAI JADI TERANCAM TAKUT Ilustrasi Paniai- Sejak mobilisasi Militer Organik (Tni-POlri) dan Non-organik  (Bin, BMP, Bais,) ke beberapa kampung sampai saat ini. Kehidupan masyarakat Paniai hidup dalam tekanan, ancaman dan teror oleh Militer, Paniai dengan gaya, sikap dan tindakan yang tidak beretis alias tidak manusiwi terhadap masyarakat Paniai. …

Continue reading

GAYA, SIKAP DAN TINDAKAN MILITER MEMBUAT MASYARAKAT PANIAI JADI TERANCAM TAKUT

GAYA, SIKAP DAN TINDAKAN MILITER MEMBUAT MASYARAKAT PANIAI JADI TERANCAM TAKUT   Ilustrasi Paniai- Sejak mobilisasi Militer Organik (Tni-POlri) dan Non-organik  (Bin, BMP, Bais,) ke beberapa kampung sampai saat ini. Kehidupan masyarakat Paniai hidup dalam tekanan, ancaman dan teror oleh Militer, Paniai dengan gaya, sikap dan tindakan yang tidak beretis alias tidak manusiwi terhadap masyarakat …

Continue reading

Pidato Kepala KORAMIL Kab. Paniai Siap Mengusir Masyarakat Sipil Kecamatan Kebo, Paniai Utara.il

Paniai- Atas tertembak dua anggota TNI dari Batalion Infanteri 753 Nabire, menjadi korban penembakan kelompok sipil bersenjata di Muara Danau Waneuwo, Distrik Kebo, Kabupaten Paniai, Papua, Jumat (12/10/2012) sore. Kejadian bermula saat tim gabungan TNI-Polri akan bergerak ke Distri Kebo, menggunakan tiga speedboat untuk mengamankan Pemilukada Kabupaten Paniai. Tim gabungan bergerak dari bagian hulu sungai, …

Continue reading

Aku dan Kamu adalah Satu, tapi Berbeda bangsa “Muncul perselian antara aku dan kamu”

Ilustrasi Perbedaan itu menandakan bahwa saya dan kamu adalah satu keluarga yang diciptakan dari Tuhan. Namun, kita tidak diberia kebebasan untuk menyakini bahwa kamu dan aku adalah sebangsa. Kita memang satu tapi beda sejarah. Saya meyakini  bahwa kamu adalah keluargaku. Namun,ku pikir  bahwa kamu adalah  alat umpan untuk aku sehingga aku dan kamu menjadi satu. Kamu selalu mengajak …

Continue reading

Penyelesaian Masalah Papua Barat (Suatu Perspektif Internasional)

Oleh: Victor F. Yeimo1   Konflik politik di Papua Barat tentang keabsaan wilayah terus dipertengtangkan. dipertanyakan, diperbincangkan atau dikaji serta diselesaian sesuai mekanisme hukum internasional agar diperoleh kebenarannya dan diterima oleh orang Papua Barat dan Indonesia A. Penyelesaian Kasus Secara Internasional (Sebuah Pendekatan dalam Kasus Papua Barat) Masalah utama bangsa Papua Barat adalah status politik …

Continue reading

Brimob Polda Papua Perkosa Seorang Ibu Rumah Tangga Di Eduda Paniai

BEKAS  RUMAH DIBAKAR OLEH MILITER (TNI-POLRI) DI MARKAS BESAR  TPN-OPM DEVISI II MAKODAM PENKA IV PANIAI PAPUA (FOTO: ILST/GOOGLE) PANIAI (UMAGI)– Seorang Ibu beranak tiga Berinisial MN (30) dan telah bersuami dengan YK, di Perkosa oleh oknum Aparat Militer Polisi Brimob  Polda Papua di Pos Eduda Kampung Kinou Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai. Pemerkosaan terhadap Mama Papua dilakukan …

Continue reading

Brimob Polda Papua Perkosa Seorang Ibu Rumah Tangga Di Eduda Paniai

BEKAS  RUMAH DIBAKAR OLEH MILITER (TNI-POLRI) DI MARKAS BESAR  TPN-OPM DEVISI II MAKODAM PENKA IV PANIAI PAPUA (FOTO: ILST/GOOGLE) PANIAI (UMAGI)– Seorang Ibu beranak tiga Berinisial MN (30) dan telah bersuami dengan YK, di Perkosa oleh oknum Aparat Militer Polisi Brimob  Polda Papua di Pos Eduda Kampung Kinou Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai. Pemerkosaan terhadap Mama Papua dilakukan …

Continue reading

GAYA, SIKAP DAN TINDAKAN MILITER MEMBUAT MASYARAKAT PANIAI JADI TERANCAM TAKUT

  Ilustrasi Paniai- Sejak mobilisasi Militer Organik (Tni-POlri) dan Non-organik  (Bin, BMP, Bais,) ke beberapa kampung sampai saat ini. Kehidupan masyarakat Paniai hidup dalam tekanan, ancaman dan teror oleh Militer, Paniai dengan gaya, sikap dan tindakan yang tidak beretis alias tidak manusiwi terhadap masyarakat Paniai. Gaya Militer tertampang gelap dengan cara mengunakan, kepala bertopeng gelap, …

Continue reading

GAYA, SIKAP DAN TINDAKAN MILITER MEMBUAT MASYARAKAT PANIAI JADI TERANCAM TAKUT

Ilustrasi Paniai- Sejak mobilisasi Militer Organik (Tni-POlri) dan Non-organik (Bin, BMP, Bais,) ke beberapa kampung sampai saat ini. Kehidupan masyarakat Paniai hidup dalam tekanan, ancaman dan teror oleh Militer, Paniai dengan gaya, sikap dan tindakan yang tidak beretis alias tidak manusiwi terhadap masyarakat Paniai. Gaya Militer tertampang gelap dengan cara mengunakan, kepala bertopeng gelap, seluruh …

Continue reading