POLISI INDONESIABERMAIN LAGI “MENEMBAK” WARGA DI WAMENA KARNA WARGA MEMILIH MERDEKA

Bentrok ini bermula Polisi memukul sala satu warga setempat hingga babak belur hanya harena melewati garis batas Polisi di areal kebakaran rumah. Karena warga setempat tidak terimah dengan perlakuan beberapa oknum polisi. Warga tidak mampu menahan diri sehingga perlawanan warga dengan polisi pun terjadi, dan Polisi membalas dengan mengeluarkan tembaka yang sangat banyak. Untuk sementara korban belum teridentifikasi dengan baik. Informasi yang kami dapatkan, daerah sekitar ujung lapangan, pasar misi dan sekitarnya masi tegang, Katanya.

 

Hampir beberapa kekerasan perna terjadi di daerah yang sama. pada tahun 2011, Polisi menghalangi dan menyita topi PETAPA (Penjaga Tanah Papua) di Bandara Wamena. Karena Pengurus PETAPA merasa tidak melanggar hukum kemudian Tanya kepada KP3 Bandara Wamena namun yang terjadi lain, Polisi Polres Jayawijaya langsung turun ke Bandara dan menghalagi para anggota PETAPA tanpa ada pembicaraan dengan baik.

 

PETAPA tidak mengerti dengan situasi itu, maka mereka memilih pulang untuk di urus belakangan namun dalam perjalanan pulang, Polisi mengeikuti mereka yang jaraknya sekitar 1 kilo meter. Anggota PETAPA yang baru keluar belakangan dari markas tidak tau dan tidak terima dengan kejadian itu mulai bicara keras “seperti” membanta Polisi, dan Polisi pun membalas dengan tembakan yang sangat banyak hingga menewasakn 3 orang anggota PETAPA, persisi di daerah yang sama.

 

Kuburan lama (Belakang Panti Asuha/ujung lapangan terbang) itu Markas Besar “Dewan Adat Papua Wilaya Lapago”. Pantauan aparat yang tidak berseragam hamper tidak perna alpa di daerah sekitar. ini wajah dari sebagian wajah kehidupan masyarakat di Tanah Papua. yang dipantau dan diawasi selalu, penembakan hingga nyawa terkaparpun menjadi kebiasaan. Salam.

 

WARGA PAPUA MEMILIH MERDEKA

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: