Yusak Pakage Dijerat UU Darurat

Yusak Pakage Dijerat UU Darurat

Polres  Kota  dan Lapas  Abe Akan  Koordinasi  Status Hukumnya

 

Koordinator Parlemen  Jalanan (Parjal) Yusak Pakage (43) saat diperiksa di Polsekta Abepura sebelum dipindahkan ke Polresta Jayapura.JAYAPURA—Pihak  Polres  Jayapura  Kota  akan melakukan koordinasi  bersama  Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Abepura   menyangkut   status  hukum tersangka Yusak Pakage  (43).
Demikian disampaikan  Kapolres  Jayapura Kota AKBP Alfred Papare, SIK ketika dikonfirmasi  di ruang  kerjanya, Jumat (27/7). Dia mengutarakan,  Yusak Pakage kini  dinyatakan resmi  sebagai tersangka.  Ia  ditahan sementara  di  Rutan  Mapolres Jayapura  Kota  untuk dilakukan proses  hukum lebih lanjut.  Tersangka dijerat dengan undang-undang Darurat No 2 Tahun 1951 tentang membawa senjata tajam dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.  “Tergantung  dari Lapas Abepura  nanti akan menarik kembali  bebas  bersyaratnya  tersangka  Yusak  Pakage, masih  akan dikoordinasikan   bersama pihak Lapas menyangkut  status tersangka,” katanya.     Sebelumnya  Yusak  Pakage divonis 10 tahun penjara pada Mei 2005 karena terbukti makar. Mereka terlibat dalam pengibaran bendera Bintang Kejora di Lapangan Trikora Abepura pada 1 Desember 2004.
Koordinator Parlemen Jalanan (Parjal), Yusak Pakage (34) yang baru setahun menghirup udara bebas setelah bebas Bulan Juli 2011 lalu, terancam masuk dalam Lembaga Pemasyarakatan (baca: bui) lagi.
Hal itu setelah, Senin (23/7)  lalu di belakang ruang sidang utama Pengadilan Negeri Klas 1A Jayapura, ia ditangkap aparat kepolisian atas dugaan tindakan pengancaman serta membawa senjata tajam (pisau lipat) tanpa ijin. Kejadian ini berawal saat ia yang dalam keadaan emosi yang belum tahu penyebabnya karena apa, tiba-tiba menendang tempat sampah yang di dalamnya tedapat ludah pinang. Tumpahan sampah tersebut kontan mengenai pakaian salah satu pengunjung di Pengadilan, yakni Yosephus F. (45).
Kepada wartawan Yosephus menceritakan bahwa setelah terkena percikan sampah yang ditendang Yusak, ia tidak langsung menghampiri Yusak Pakage, karena sedang menerima telepon melalui HP-nya.
“Setelah saya selesai bicara melalui HP, saya hampiri dia yang sedang duduk di dalam ruang sidang sendirian untuk memberitahukan bahwa tindakannya tidak baik,” ceritanya kepada Wartawan di Polsekta Abepura kemarin.
Sehingga, menurutnya Yusak Pakage yang merasa bersalah juga sempat mengungkapkan maafnya. “Dia tahu dia bersalah sehinga dia minta maaf. Ya sudah saya maafkan, kemudian saya jalan keluar. Saat saya jalan keluar, tiba-tiba dia ancam saya dengan pisau,” lanjutnya.
Namun tiba-tiba, Yusak Pakage sambil bicara menyuruh keluar, dengan tangan kanannya sambil memegang pinggang menunjukkan ada terselip sebuah pisau lipat.  “Keluar-keluar sana, saya bisa bunuh kamu. Keluar, keluar nanti saya tusuk,” ungkapnya menirukan kata-kata Yusak.
Sehingga ia takut dan berusaha menjauh dengan berjalan mundur untuk menjaga jangan sampai ditusuk dari belakang.
Sesampainya  di luar, ternyata Yusak terus mengejar. “Dia terus kejar saya, sambil katakan ‘Kamu ini enak-enak dengan pakaian dinas, saya ini yang setengah mati’,” ceritanya lebih lanjut.
Sesaat kemudian sejumlah anggota dari Kepolisian yang sedang melakukan pengamanan di Pengadilan Negeri terkait sidang  Ketua Umum KNPB Buchtar Tabuni mengamankan korban maupun Yusak Pakage, dan membawa ke Polsekta Abepura.  (mdc/don/l03)

Comments are closed.

%d bloggers like this: