laporan kronologis penyerangan sekelompok masyarakat Papua yang di skenariokan di rumah Pdt SP Haneb

laporan kronologis penyerangan sekelompok masyarakat Papua yang di skenariokan di rumah Pdt SP Haneb

Laporan

Kronologis Penyerangan  sekelompok Masyarakat Papua terhadap keluarga Bapak Pendeta Simon Petrus Hanebora Sth,

MA kepala suku besar Sima dan Jerisiam di oyehe Nabire Kabupaten Nabire Papua

Nabire 20 Juli 2012

 

 

 

Tanggal 20 Juli 2012  jam  11 00 wp   Malam, Keluarga  Bapak Pendeta Simon Petrus Hanebora Sth. MA  ( 59 tahun kepala suku besar Jerisiam di Nabire ) lagi santai duduk di dalam rumah sambil cerita –ceritra , tiba-tiba mereka di kagetkan dengan  teriak- teriakan dari jalan raya  hei kamu  binatang  anjing ,babi kamu, tadi siapa yang lempar mobil kami,  teriakan itu berkali-kali di jalan raya   tidak masuk di halaman rumah , teriakan tersebut tidak di terima baik oleh  Anak atau  adik  dari Bapak Pendeta Simon Petrus Hanebora Sth. MA  , hei siapa yang lempar kamu punya mobil itu , kami disini semua ada  dalam rumah jadi  siapa yang lempar kamu punya  Mobil itu  ,  tetapi 3 pemuda tetap teriak kata –kata  kurang enak di dengar tidak-idak kamu yang lempar babi anjing kamu  , kurang ajar kamu , kamu harus tanggung jawab  mobil ini , teriakan 3 pemuda itu tidak terima baik oleh seorang pemuda yang ada dalam keluarga  SP Hanebora lalu  keluar dari dalam rumah  memukul salah satu pemuda yang teriak itu .  Sesudah  itu 3 pemuda itu  lari-lari naik ke mobil lalu  pulang .

 

Keluarga Pendeta SP Hanebora Sth,MA (kepala suku besar Jerisiam di Nabire  )   juga kembali masuk di kamar masing-masing  karena tidak ada tanda-tanda  terjadi sesuatu  penyerangan ,   sehingga mereka tidur semua , Namun ada beberapa pemuda  masih bangun karena  Lampu PLN di padamkan dan didalam situasi gelap di jalan raya  sangat ramai mobil motor dengan gas  tinggi kesana kemari.

 

Jam 1 . 00 wp   Malam ,  Lampu PLN padam sehingga situasi menjadi gelap   saat   itu sekelompok Pemuda  Mee  bersama  beberapa pemuda asal biak dari pesisir pantai  yang berjumlah  kurang lebih 18 orang  datang menyerang rumah  BAPAK PENDETA SP HANEBORA  STH.MA  ( 59 tahun )  dengan teriak-teriak tadi siapan pukul  kami sambil  lari masuk di halaman  rumah ,  saat itu Anak-anak dan ibu-ibu yang ada dalam rumah  masuk dalam satu kamar tidur kunci pintu dari dalam  sedangkan Bapak Pdt Sp Hanebora Sth .MA, anak-anak   dan  adiknya  menyaksikan tindakan yang di lakukan sekeompok Pemuda itu.  kelompok pertama yang masuk  di halaman rumah tugasnya mereka lempar rumah  dan mengugurkan seluruh kaca jendela    tidak ada yang sisa , dan menghadapi  kontak phisik   dengan Kel Sp Hanebora .   Kelompok yang kedua  mereka masuk dalam rumah  lewat pintu belakang tugasnya mencari sesuatu barang di seluruh kamar tidur angkat tempat tidur ,  cari sesuatu dibawah kasur, buka tas pakaian , buka lemari  pakain cari dalam pakai   dan mereka juga kasih hancur piring-piring adat yang di siapkan  untuk  penyelesaian  mas kawin Tino Henebora  yang mau antar tanggal 21 Juli 2012 batal karena sebagian piring  sudah di hancurkan dan di curi kelompok itu ,   kelompok  yang kedua  berhasil  mengambil  Laptop milik Gunawan  Inggeruhi , 2 buah HP Nokia Pendeta SP Hanebora  ,   Dompet yang berisi  uang sebanyak Rp  2.700 000 ( Dua juta Tuju Ratus ribu Rupiah ) milik Pendeta SP Hanebora  dan membawa lari piring adat besar yang siap maskawin .

 

Kelompok ketiga ini tugasnya untuk menggeksekusi Gunawan Inggeruhi  mati   sebab   Pada saat  Bapak Pendeta  Simon Petrus Hanebora Sth. MA berdiri di depan pintu lalu berteriak menghentikan mereka  yang lembar  sambil memperhatikan wajah /muka mereka tetapi tidak dapat melihat muka mereka karena sebelum kejadian  peristiwa penyerangan lampu  PLN di Padamkamkan  .  Dan Pemuda-pemuda yang menyerakan itu tidak melakukan kekerasan kepada Bapak Pendeta  Simon Petrus Hanebora Sth. MA karena bukan target mereka .   Tetapi GUNAWAN INGGERUHI  ( 29 tahun dan aktivis Kemanusian)  melihat  kaca-kaca Rumah seluruhnya di hancurkan  dan isi dalam rumah berantakan sehingga   emosinya tidak bisa bertahan sehingga keluar  dari kamar  sembunyiannya menghadapi pemuda –pemuda  yang di depan rumah itu.  Kelompok Ketiga yang mendapat tugas menggeksekusi Gunawan Inggeruhi  mati     mendengar  suara  GUNAWAN INGGERUHI( 29 tahun dan aktivis Kemanusian) dan keluar di halaman    ada 4 orang  pemuda keluar dari  dalam bunga-bunga  langsung   berhadapan   dengan  GUNAWAN  INGGERUHI  orang pertama maju  yang itu pegang parang  panjang kelewang  langsung potong Gunawan  tetapi berhasil menghidari  lalu gunawan berhasil memukul jatuh 2 orang  balik pukul orang yang ke tiga  dari belakang orang pegang parang kelewang itu potong    GUNAWAN  INGGERUHI  di bagian di belakang bahu  kiri  .  dan 6 orang  lainnya menganiaya Timotius Inggeruhi 29 tahun sampai pingsang  tidak sadar diri,   setelah  kelompok ketiga itu   berhasil potong Gunawan  di bahu mereka  meninggalkan Tempat Kejadian  lari-lari menuju  ke tempat  Parkir mobil Ekstrada  yang parkir  di depan Markas Kopassus , Mereka  cepat -cepat  naik  ke mobil  langsung  star jalan  . Aksi penyerangan  berlangsung kurang lebih 25 menit.

 

Dari  belakang Mobil pelaku  itu tiba-tiba parkir Mobil  Patroli  milik Polisi  tiba , polisi tidak kejar para pelaku pada hal di depan polisi mereka naik ke Ekstrada  polisi nonton ,  tetapi polisi marah keluarga Pdt SP Hanebora  yang mengejar pelaku  , lalu keluarga Sp Hanebora mempertanyakan sikap Polisi , kami ini korban rumah kami  sudah  hancur  kenapa Polisi marah kami   mengdengarkan kata itu Mobil  Patroli milik polisi itu juga lari ikut belakang mobil pelaku, Polisi Bukan  sikap mengejar  tetapi menghindari Keluarga Sp Hanebora.

 

Keluarga SP Hanebora  kembali  dari pengejaran pelaku  , Keluarga Pdt SP Hanebora palang jalan sebelah menyebelah . Pada saat palang itu Gunawan Inggeruhi mengenakan celana dalam warna putih saja ,  karena sudah kena parang di bahu jadi tidak mau tau. Pemalangan itu di saksikan oleh  sejumlah Intel Polres , Reskrim Polres, termasuk SLAMET KORISANO  dan Pasukan Non organic  markasnya tidak jauh dari  rumah  Pdt SP Hanebora.

 

Jam 2. 30 wp malam    salah satu Mobil dari PD Bukit Barisan  penyeberang jalan potong  di atas trotoal kesebelah  ( biking  gaya-gaya Koboy ) lalu gusur  palang yang di buat keluarga SP Hanebora , sampai di depan  Rumah Sp Hanebora .   Bapak Pdt Sp Hanebora  keluar dari halaman rumah  melihat  siapa yang gusur palang ini , ternyata yang gusur palang itu  ANGGOTA POLISI SLAMET KORISANO , sehingga Bapak Pdt Sp Hanebora   mengatakan kamu itu seorang polisi sebagai mengaman ka  atau kamu datang sebagai propokator  atau jangan kamu  pancing emosi  ke anak-anak ini   ,kamu jangan begitu kita palang ini supaya tidak terjadi permasalahan kita tidak di ingin  atau menghindari masalah baru . kemudian Slamet menjawab anak-anak yang tadi merusak rumah bapak ini  telpon saya jadi saya mau ke karang tumartis  dan saya juga tidak tahu ada palang , Bapak Pdt Sp Hanebora  menjawab waktu kami palang kamu juga  saksikan  di sini to, kamu jangan tipu saya , saya ini orang tua di Nabire ini. Sesudah itu  Anggota Polisi Slamet Korisano star Mobil  potong menyeberang trotoal jalan sebelah  ( biking  gaya-gaya Koboy ) lalu dengan kecepatan tinggi menuju kearah  timur Siriwini.   Saat itu  Kelompok Aparat  Kepolisian   yang ada di depan   Tokoh Bukit Barisan berteriak  mengatakan hei babi-babi buka palang itu sudah , kamu kaya jago saja , tai-tai kamu.

 

Jam  4 00 wp  Keluarga Pdt Sp Hanebora  duduk di halaman rumah sambil cerita peristiwa yang menyimpa mereka  dan tidak ada penyerangan  lagi  dan   Keluarga Pdt Sp Hanebora  tidak bisa masuk dalam rumah  sebab di dalam rumah rusak dan berantakan .Tiba-tiba  Ada teriakan  dari arah siriwini langsung orang sudah mulai lari kesana kemari di depan jalan besar  keluarga Bapak Pdt Sp Hanebora  panic lagi . Bapak Pdt Sp Hanebora  dan Zet Giay keluar dari halaman rumah ketemu dengan 7 orang masyarakat dani  lengkap dengan  anak panah yang bawah datang POLISI SLAMET KORISAMO  untuk menyerang kedua kalinya kepada Keluarga Pdt Sp Hanebora .  Polisi SLAMET KORISANO  turung dari mobil dengan teriak mengatakan  mana tadi orang yang pakai celana kolor putih itu , dia teriak berkali-kali  dan Polisi SLAMET KORISANO  juga teriak siapa yang rusak saya punya  mobil lalu Zet Giay mengatakan Mobil sajamu  ini bukan manusia , disini  rumah sudah hancur dan orang sudah keluar darah  kamu bisa ganti ka , lalu SELAMET KORISANO bilang  Kenapa kamu bilang mobil sajamu , Pdt SP Hanebora  langsung menanggapi tidak usah kamu bicara begitu , kamu sudah biking banyak masalah dengan anak-anak ini.  Jadi Kamu isi kembali senjata itu ke salunya.  Tetapi Slamet Korisano  tetap pengan pistol itu ke tangan kiri terus .  Dengan maksud Slamet  Korisano ini memancing pemuda-pemuda ada disitu atau anak-anak Pdt SP Hanebora  merampas senjata itu .

Pada Saat 7 orang masyarakat dani itu teriak-teriak  Zet Giay  Mengatakan  kepala Polisi Slamet Korisano  jangan Korban kan ade-ade saya demi kepentingan kamu , selanjutnya  Zet Giay juga sampaikan 7 orang dani itu  ade-ade kamu jangan jadi korban demi kepentingan bapak Polisi ini,  lalu Slamet Korisano mengatakan saya punya anak kompleks to .lalu Bapak Pdt SP Hanebora mengatakan justruk itulah yang jangan mengorban mereka.

Sepanjang Malam itu  bapak Pendeta SP Hanebora dengan suara keras mengatakan ini scenario pihak ketiga yang mengaduh domba kami orang papua jadi anak-anak tenang saja tidak boleh ada gerakan tambahan.  Sesudah itu Slamet  Korisano dan  7 orang masyarakat dani meninggalkan tempat kejadian lalu  kembali stadion  siriwini.

 

Sebelum  Slamet Korisano pergi jemput  7 orang  pemuda  dani datang teriak-teriak di jalan  raya depan rumah SP Hanebora , BOY KAWAY Seorang anggota  Polisi telpon SOKRATES  SAYORI   Ketua  LMA   Nabire bahwa sebentar ini di rumah Bapak Pendeta S P Hanebora Sth,MA akan di serang oleh masyarakat Dani .

 

Jam 5 00 wp Sokrates Sayori dan Keluarga Famili yang  lain juga  dari  kalibobo datang memperkuat  mempertahankan pemalangan   jalan raya itu , sebagai mengamankan diri dari ancaman telor dan atau menghindari terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan oleh semua pihak.

 

Jam 10 .15 wp  Kapolsek Kota datang meminta kepala Bapa Pendeta SP Hanebora  untuk buka Palang, tetapi Bapa Pendeta SP Hanebora   mengatakan bahwa persoalan buka palang itu soal gampang  , namun pengamanan  itu paling utama, pemalang an ini bukan menganggu atau menghalangi  ketertiban umum tetapi kami mencari perhatian public supaya persoalan  dapat di selesaikan dengan baik.

 

Jam 11 00 wp   Ibu  Siti Warabay  Marey Ketua DPRD,   AKBP Muhammad Kois S.ik Kapolres  Nabire, dan Dandim 1705  datang ketemu dengan keluarga Pendeta Sp Hanebora di tempat kejadian perkara ( TKP ) .  pertemuan  tersebut di buka oleh Ibu  Siti Warabay  Marey Ketua DPRD lalu kesempatan pertama di berikan  kepada Bapak  Pendeta Sp Hanebora , menceritakan proses terjadinya penyerangaan bertubi-tubi  terhadap keluarganya yang terjadi pada malam itu dan bapak Pendeta Sp Hanebora juga memberikan penjelasan    mengapa terjadi pemalangan jalan raya itu. Kesempatan kedua di berikan    kepada AKBP Muhammad Kois S.ik Kapolres  Nabire untuk menjawab apa yang di sampaikan Pendeta Sp Hanebora beberapa hal yang Kapolres Nabire Sampaikan  yaitu :

  1. Seluruh pelaku kita akan tangkap pertama kita sudah tangkap dan aman 3 orang pelaku utama, mereka ini  kita akan proses sesuai Unadang-undang yang berlaku .
  2. Untuk pengamanan di sini saya akan tempat 6 personil anggota polisi , namun hal tidak itu menipu terhadap keluarga Pendeta Sp Hanebora karena janji kapolres tidak di wujudkan dengan kenyataan.
  3. Kapolres juga minta kepada Keluarga Bapak SP Hanebora  pemalangan itu harus di buka karena menganggu ketertiban dan keamanan  orang lain.
  4. Penyelesaian persoalan ganti  rehabilitasi nama baik keluarga ini saya percaya bahwa melalui meja adat dapat di selesaikannya

 

Waktu selanjutnya di ambil kembali oleh Ibu Siti Warabay  Marey ketua DPRD Kabupaten Nabire  lalu menyampaikan beberapa Hal  :

  1. Mari kita jaga baik keamanan Daerah ini , tidak boleh terjadi pertikaian atau penumpahan darah  di antara masyarakat di kabupaten ini.
  2. Ketua DPRD Kabupaten Nabire seluruh kerusakan  rumah ini saya yang akan perbaiki.
  3. Ibu Siti Warabay  Marey Ketua DPRD juga meminta kepada Kapolres  bahwa  para pelaku harus di proses secara hukum sebab Negera Kita ini Negara Hukum.

 

Waktu berikutnya itu ibu Siti Warabay  Marey Ketua DPRD memberikan  kesempatan Kepada Dandim  1705 tetapi Dandim  1705 mengatakan cukup Bapa Kapolres  sampaikan itu.  Selanjutnya   Ibu Siti Warabay  Marey ketua DPRD  memberikan kesempatan kedua kepada Bapak SP Hanebora lalu Bapak Pendeta SP Hanebora menyampaikanbahwa :      penyeranggan ini dengan segaja di stir atau diatur

sedemikian rupa oleh pihak ketiga untuk   mengaduh Domba di antara kami orang Papua , hal ini saya sampaikan tadi malam kepada kepada anak-anak dan ade-ade saya dan Masyarakat Dani yang datang serang saya juga di sampaikan . Sehingga mereka memahami,  kalau tidak pasti penumpahan darah dan masalah ini jadi panjang atau  terjadi perang suku  gunung  dan pantai.

 

Hal itu di tanggapi  oleh kapolres  Nabire mari kita vokus kepada masalah yang terjadi  tadi malam  saja,  jangan kita kait-kaitkan dengan persoalan lain. Selanjutnya Ibu Siti Warabay  Marey Ketua DPRD  Nabire Menutup Pertemuan itu , mereka pulang . Pada Saat itu Gunawan Inggeruhi  di dampinggi Pieter Warobay  pergi  Ke polres untuk melaporkan kepada pihak kepolisian .

 

Sebelum terjadi peristiwa Penyeranggan Rumah  Bapak Pendeta Sp Hanebora ini   . Tiga bulan lalu pertis pada bulan   April  2012  Gunawan Inggeruhi   dan Saudaranya Roy punya Photo yang di tangan memegang  sebuah senjata M16 , Photo ini diambil oleh seorang bapak anggota Kodim 1705 Nabire  , bapak  yang mengambil photo ini hubungan  keluarga sangat dekat  dengan bapak Gunawan Inggeruhi  sehingga photo yang di ambilnya itu tidak jadi soal  karena beliau adalah keluarga terdekat .

 

Namun  beberapa bulan kemudian Di dalam keluarga itu  terjadi masalah sengketa lahan  kelapa sawit Sima  Distrik Sima  Kabupaten Nabire , Anggota  Kodim 1705 itu merasa di rugikan atau tidak terima baik tindakan  yang di lakukan oleh Keluarga Pdt SP Hanebora dan Gunawan Inggeruhi  , sehingga Anggota Kodim 1705  itu dapat  menyerahkan Photo Gunawan Inggeruhi itu ke  Kodim 1705 Nabire  dan  Polres Nabire.

 

Untuk Menindak lanjuti Photo kepemilikan senjata  tersebut Pihak Polres  Nabire melalui Bagian Reserse memanggil  Roy untuk bertanya keberadaan atau kepemilikan senjata M16 yang mereka pegang di tangan itu. Untuk menyelidiki    Polisi Slamat Korisano  sebagai penyidik  Roy  .  Pada saat Polisi  Slamet  Korisano  bertanya  mengapa anda dan Gunawan pegang senjata M16 lalu photo bersama , kamu photo dari mana  dan siapa yang punya  senjata itu . “ Roy menjawab Senjata itu milik

seorang anggota TNI di sipur Waena , pada waktu kami duduk santai minum  Votka, seorang anggota  TNI  yang gantungkan senjata di badan lalu datang duduk dekat  kami , kami merasa takut tetapi  dia mengatakan tidak usah kamu takut saya juga datang duduk dengan kamu , sesudah itu  kami tawarkan dia  satu sloking  minum dia mau kami minum sama-sama minum  , saat itu kami juga tawarkan dia kami bisa pegang senjata lalu photo ka , TNI itu dapat mengijikan atau memperbolehkan kami photo sehingga kami photo ini . seperti  yang ada dalam photo itu, selain dari itu kami  tidak tahu  kata Roy .  Tetapi Gunawan Inggeruhi tidak di panggil  untuk bertanya seputar pegang senjata M16 itu.

 

Kami sangat menghargai dan sangat salut sikap dewasa yang di ambil oleh Bapak Pendeta SP Hanebora Sth,MA , pada saat  Keluarga ,  masyarakat Jerisiam,  masyarakat pesisir pantai  dan Kepala-kepala Suku pantai lain  datang menawarkan kita juga serang masyarakat suku mee.Tetapi Pendeta SP Hanebora Sth,MA dengan tenang mengatakan bahwa jangan kita pukul suku mee secara keseluruhan  tetapi mari kita lihat orang mee secara pribadi orang yang melakukan  , tidak semua orang mee yang melakukan itu, untuk itu  saya mau sampaikan bahwa saya ini Kepada Suku besar, Tokoh Gereja dan saya ini aktivis papua Merdeka . Sehingga penyerangan ini di stir  atau diskenariokan oleh pihak ketiga untuk menghancurkan kebersamaan kita  bangun selama ini jadi  Bapa-bapa , ibu-ibu saudara-saudari mari kita terima peristiwa ini sebagai satu musibah yang terjadi dalam kehidupan  keluarga Sp Hanebora secara khusus dan secara umum suku Jerisiam .  Kalau kita mau balas itu tadi pagi kamu datang itu pasti lihat mayat berhamburan di halaman ini tetapi Tuhan tidak menghendaki itu, Tuhan mau itu kita bersatu melawan ketidak benaran yang terjadi diatas Tanah Papua ini. Tidak boleh merusak rumah keluarga pelaku   atau kekerasan yang lain . kalau terjadi maka itu masalah baru kami keluarga Sp Hanebora tidak bertanggung Jawan.

 

Analisa terjadinya peristiwa penyerangan dan  temuan fakta lapangan.

Jakarta  Mengalami kesulitan mengahadapi masyarakat Papua yang menuntut Papua Merdeka ,  sehingga Pemerinta Indonesia secara paksa melaksanakan  Otonomi Khusus di Papua sebagai solusi penyelesaian tetapi Gagal Total .  Karena gagal  Jakarta melaksanakan  Program UP4B  itu juga di tolak oleh Masyarakat Papua,  sehingga  Pemerintah Indonesia tidak alasan atau tidak ada program untuk mempertahankan Papua di dalam NKRI . Maka Pemerintah   Indonesia   membentuk berbagai Lembaga yang melibatkan hanya orang  asli papua saja  seperti  Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) Papua, Barisan Merah Putih (BMP)  , Front Pembela Merah Putih  (FPMP) dan Lembaga-lembaga yang lain. Lembaga-lembaga  Merah putih ini  di stir oleh TNI POLRI  untuk mempertahan  NKRI di atas Tanah Papua.

 

Lembaga-lembaga  tersebut diatas ini di bentuk untuk membela  dan mempertahan  NKRI di Tanah Papua  , kegiatan-kegiatan milisi  yang di lakukan di tanah  papua  bedah dengan Milisi yang di bentuk  Timur Leste  sebelum merdeka . Namun   Lembaga-lembaga Merah putih yang di bentuk  di Tanah di papua  bukan Milisi tetapi  di manfaat  atau di pakai oleh Aparat TNI PoLRI dan Pihak ketiga untuk menciptakan konplik  atau  Mengaduh Domba antar orang asli Papua sendiri.  Buktinya  peristiwa penyerakan  terhadap keluarga SP Hanebora Pada Tanggal 20 Juli 2012  jam 11 00 wp itu .

 

Didalam Penyerangan  malam itu  ada 2 target  utama Kepolisian yaitu  Target pertama  adalah Eksekusi mati Gunawan Inggeruhi , target Kedua   adalah Polisi mencari senjata, peluruh   atau Bendera Bintang kejora  di setiap kamar dalam  Rumah  Sp Hanebora sebagai barang bukti untuk menangkap Gunawan Inggeruhi atau untuk mengkriminalisasi  keluarga Sp Hanebora.

 

Sebelum adakan penyerangan terhadap keluarga  Sp Hanebora para aparat kepolisian  Polres Nabire terlebih dulu mengatur siasat /strategi  penyerangan  yakni :

1.  Strategi pertama Polisi memperalat  orang asli Papua  untuk menciptakan konplik Horizontal gunung

dan Pantai penyerangan terjadi tetapi  gagal  menciptakan konplik.

2.  Strategi  yang kedua polisi mengunakan pemuda-pemuda   suku mee  dan suku biak yang terlibat

barisan   merah putih  untuk  menyerang keluarga Sp Hanebora  itu terjadi tetapi tidak korban

nyawa/gagal.

3. Strategi   yang kedua gagal eksekusi  Gunawan atau  tidak ada korban nyawa , maka pihak Aparat

kepolisian lakukan strategi yang ketiga  yakni Polisi pergi jemput 7 orang  pemuda   suku Dani  lalu

datang     menyerang keluarga  Sp Hanebora itu terjadi tetapi tidak korban nyawa/gagal .

4.  Strategi Ke empat yang di lakukan Aparat Kepolisian adalah   Polisi Slamet Korisano  memegang Pistol

di tangan kiri lalu jalan kesana-kemari  dengan maksud memancing anak-anak atau adik-adiknya  SP

hanebora  merampas pistol dari tangannya , kalau perampasan senjata itu terjadi , maka Polisi

slamet Korisano  berteriak senjatanya di rampas  ini menjadi dasar untuk melakukan aksi penyisiran

terhadap   keluarga  Sp Hanebora. Namun strategi itu juga gagal.

 

Kami telah  mendapat bocoran  dari orang sangat terpercaya  mengatakan bahwa ada beberapa hal menjadi alasan dasar  untuk melakukan penyeranganterhadap Keluarga SP hanebora   yakni :

1.     Gunawan dan keluarga Sp Hanebora memiliki senjata .

2.     Di dalam rumah SP Hanebora  itu selalu mengadakan rapat-rapat Papua Merdeka dan atur

strategi   aksi-aksi anti NKRI.

  1. Didalam rumah itu selalu menjahit Bendera Bintang kejora.

 

 

 

Sebelum terjadi peristiwa  penyerangan di lakukan  polisi membagi 4.  kelompok  :

1.  Kelompok pertama  minum mabuk  di pos Polisi Oyehe kota dengan pasang music besar-besar  sambil

Joget dan  berdansa.

2.  Kelompok kedua  minum mabuk  di depan TOKO/PD Bukit Barisan  dengan pasang lagu di mobil

music  besar-besar  sambil Joget dan dansa.

3.  Kelompok Ketiga mengunakan Mobil patroli pantau situasi.

4.  Kelompok ke empat  ikut bergabung dengan kelompok penyerangan  Rumah SP Hanebora  buktinya

merampas penen dengan tulisan “ OPS PAM PERBATASAN RI-PNG  BRIMOB . ( Photo terlampir ).

 

Melihat dari semua  tahapan kejadian di atas ini  maka kami menganalisa  bahwa  :

  1. Penyerangan ini sasaran utama adalah  Gunawan Inggeruhi  karena kepemilikan senjata dan

beberapa aksi demo damai yang  pimpinnya di Nabire.

  1. Aparat  Kepolisan memperalat  Masyarakat  Mee dan masyarakat Dani ini memciptakan Konplik

antar suku atau konplik gunung dan pantai  dan ini adalah strategi baru aparat TNI POLRI terapkan di Papua.

  1. Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) Papua, Barisan Merah Putih (BMP)  , Front Pembela Merah

Putih  (FPMP) di manfaatkan  atau di ajarkan untuk menciptakan konplik antar suku atau antara orang asli Papua sendiri .

  1. Kelompok orang yang menyerang rumah Pendeta Sp Hanebora  ada anggota polisi ikut terlibat temuan penen.
  2. Penyerangan ini di rencanakan atau di skenariokan Aparat Kepolisan Nabire.
  3. Penyerangan Rumah Bapak Pendeta SP Hanebora  Sth, MA  ini merupakan strategi terbaru  aparat Militer Indonesia terhadap tokoh-tokoh terpengaruh di Papua.
  4. Penyerangan ini untuk eksekusi  mati Gunawan Inggeruhi  sama seperti Mako Tabuni tetapi  gagal karena cara yang kepolisian pakai adalah cara yang biasa pakai  orang asli Papua. Tetapi kalau mengunakan senjata Gunawan sudah di tembak Mati Malam itu.

 

Laporan kronologis penyerangan ini saya sampaikan , selamat membaca

Lampiran Photo-Photo

Luka Potong  belakang bahu Gunawan Inggeruhi

Penen milik Polisi yang bertulisan Brimob yang berhasil rampas dari leher pelaku.

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: